Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menggelar kegiatan reses masa sidang II tahun 2025–2026 di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan, Perumahan Sepinggan Pratama, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kamis sore (30/4/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam suasana silaturahmi ini turut menghadirkan forum komunitas ojek online Balikpapan Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Budiono menyerap berbagai aspirasi warga yang mayoritas berkaitan dengan persoalan infrastruktur lingkungan.
Sejumlah perwakilan RT menyampaikan keluhan, di antaranya kondisi parit yang ambruk di RT 68 Sepinggan, persoalan drainase di RT 49 Sepinggan dan RT 43 Klandasan Ilir (Gunung Malang), hingga kebutuhan perbaikan parit di RT 48 Sepinggan Baru. Selain itu, warga RT 20 Telaga Sari juga mengeluhkan jalan longsor yang belum tertangani.
Ketua RT 4 Gunung Bahagia, Amando Cesar Niko, turut menyampaikan persoalan drainase di wilayahnya. Ia menjelaskan, meskipun kondisi parit tergolong baik dari sisi ukuran dan konstruksi, namun kawasan tersebut kerap mengalami genangan air akibat tingginya volume kiriman air dari wilayah atas yang tidak tertampung secara optimal.
“Paritnya sebenarnya sudah bagus, tapi volume air dari atas terlalu besar, sehingga tetap terjadi genangan. Sampai sekarang belum ada solusi konkret,” ujarnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Budiono mengakui bahwa persoalan infrastruktur, khususnya drainase dan jalan, masih menjadi keluhan dominan masyarakat.
“Sebagian besar aspirasi yang masuk memang terkait drainase, jalan, turap, hingga penerangan jalan umum (PJU),” kata Budiono.
Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh usulan yang disampaikan warga agar dapat direalisasikan melalui program pembangunan daerah.
Kendati begitu, Budiono juga mendorong para ketua RT untuk lebih aktif mengusulkan kebutuhan di lingkungannya, baik melalui forum reses maupun pengajuan proposal.
Menurutnya, usulan untuk anggaran perubahan tahun 2026 harus segera disampaikan dalam waktu dekat agar dapat ditindaklanjuti.
“Silakan ajukan proposal melalui RT, nanti kita kawal bersama. Targetnya sekitar Mei hingga Juni sudah harus masuk agar bisa diakomodasi dalam anggaran perubahan,” tegasnya.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan berbagai persoalan infrastruktur di lingkungan warga dapat terpetakan dengan baik dan menjadi prioritas dalam program pembangunan ke depan. (adv/man)
Tulis Komentar