Keterangan Gambar : Sekretaris Komisi II, Taufik Qul Rahman.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Balikpapan untuk menjadikan Sungai Wain sebagai sumber air baku yang diprioritaskan bagi kebutuhan masyarakat Kota Balikpapan.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dan Persatuan Ormas Asli Kalimantan (POAK) di Kantor DPRD Kota Balikpapan, Senin (13/7/2026).
Menurut Taufik, persoalan utama layanan air bersih di Balikpapan bukan semata-mata berada pada kinerja PTMB, melainkan keterbatasan sumber air baku dan kebutuhan investasi yang sangat besar untuk memperluas jaringan perpipaan.
Ia menyebutkan, untuk menuntaskan persoalan distribusi air bersih di seluruh Kota Balikpapan dibutuhkan anggaran yang mencapai sekitar Rp7 triliun.
"PTMB membutuhkan dukungan pendanaan yang sangat besar. Nilainya bukan puluhan atau ratusan miliar rupiah, tetapi diperkirakan mencapai sekitar Rp7 triliun agar seluruh kebutuhan jaringan perpipaan dan pelayanan air bersih di Balikpapan dapat terpenuhi," ujarnya.
Taufik menjelaskan, pertumbuhan penduduk Balikpapan yang kini mendekati 800 ribu jiwa tidak diimbangi dengan penambahan kapasitas sumber air baku. Sementara itu, debit air waduk yang selama ini menjadi andalan relatif tidak mengalami peningkatan sejak puluhan tahun lalu.
Menurutnya, Sungai Wain merupakan salah satu solusi yang paling realistis untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Balikpapan. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memperjuangkan agar pemanfaatan air baku dari Sungai Wain lebih diprioritaskan untuk kebutuhan warga dibandingkan kepentingan industri.
"Kami berharap pemerintah provinsi dan pemerintah kota dapat membangun komunikasi dengan seluruh pihak terkait agar air baku Sungai Wain lebih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Balikpapan. Ini menjadi salah satu solusi paling efektif untuk mengatasi krisis air bersih," katanya.
Ia juga menilai dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sangat diperlukan, baik melalui kebijakan maupun alokasi anggaran secara bertahap untuk mempercepat penyelesaian persoalan air bersih di Balikpapan.
Di sisi lain, Taufik mengapresiasi upaya yang telah dilakukan PTMB dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah keterbatasan yang ada. Menurutnya, perusahaan daerah tersebut telah bekerja maksimal meski masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan pasokan air baku dan dukungan pendanaan.
"PTMB sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Namun, mereka tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan nyata dari pemerintah agar persoalan air bersih ini dapat diselesaikan secara menyeluruh," tegasnya.
Taufik optimistis apabila Sungai Wain dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber air baku untuk Balikpapan, maka sebagian besar persoalan krisis air bersih di kota ini dapat teratasi.
"Kalau Sungai Wain benar-benar diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat Balikpapan, saya yakin sekitar 70 persen persoalan air bersih bisa diselesaikan. Tinggal bagaimana komitmen dan perjuangan pemerintah untuk mewujudkannya," pungkasnya. (adv/man)
Tulis Komentar