Iklan Dua

Halili Adinegara Fokus Bangun dan Renovasi Posyandu di Gunung Samarinda

$rows[judul] Keterangan Gambar : Anggota DPRD Balikpapan, Halili Adinegara.

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Setelah mendorong pembangunan jalan dan drainase, Anggota DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara, juga membidik pembangunan maupun renovasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di wilayah Kelurahan Gunung Samarinda.

Hal tersebut disampaikan Halili saat ditemui di ruang kerjanya di gedung baru DPRD Kota Balikpapan, Senin (10/8/2026).

Dewan dapil Balikpapan Utara ini mengatakan, pembangunan dan renovasi Posyandu menjadi salah satu perhatian karena fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan masyarakat, khususnya program kesehatan ibu dan anak serta upaya menekan angka stunting.

“Lanjut lagi di dua RT, kita juga akan membangun dan merenovasi Posyandu. Karena yang di RT 05 kondisinya cukup parah. Saat ini ibu-ibu PKK juga sedang gencar melaksanakan berbagai kegiatan, apalagi sudah ada instruksi dari DP3AKB agar kegiatan dilaksanakan paling tidak sebulan sekali,” ujar Halili ditemui di kantor baru DPRD Balikpapan, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, kegiatan Posyandu dan PKK membutuhkan tempat yang memadai agar berbagai aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan nyaman. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan dirinya mendorong agar setiap RT yang memiliki lahan dapat mengusulkan pembangunan Posyandu.

Halili mengaku mendapat banyak masukan dari para ketua RT di wilayah Gunung Samarinda terkait kebutuhan fasilitas tersebut. Ia menyebut, lahan yang tersedia tidak harus luas, selama dapat dimanfaatkan untuk membangun fasilitas sederhana yang bisa digunakan untuk pertemuan dan kegiatan Posyandu.

“Saya terinspirasi dari permintaan para ketua RT se-Gunung Samarinda. Saya sampaikan, kalau memang ada lahan yang bisa dibangun, misalnya ukuran 3x5 meter atau 3x4 meter, syukur-syukur 5x6 meter, tidak perlu terlalu besar. Yang penting ada ruang untuk pertemuan,” jelasnya.

Halili menyebut, salah satu rencana pembangunan Posyandu berada di RT 38 dan ditargetkan dapat direalisasikan pada tahun depan. Saat ini, masyarakat telah menghibahkan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas tersebut.

“Di RT 38 tahun depan akan saya bangun. Sampai saat ini sudah ada lahan yang dihibahkan masyarakat. Kalau tidak dimanfaatkan tentu sayang. Pak RT juga sudah mengajukan, apakah bisa diusulkan. Alhamdulillah, tinggal finalisasi dalam pembahasan anggaran 2027,” katanya.

Ia berharap usulan pembangunan Posyandu tersebut dapat dipertahankan dalam pembahasan anggaran sehingga aspirasi masyarakat benar-benar dapat direalisasikan.

Halili menjelaskan, pembangunan Posyandu juga penting untuk mendukung program kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya meminimalkan dan menekan angka stunting.

“Justru saya memikirkan Posyandu lebih dulu karena ini penting sekali, salah satunya untuk meminimalisasi atau menekan angka stunting,” ujarnya.

Namun, ia mengakui pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan kelengkapan administrasi, terutama terkait status lahan. Jika lahan berasal dari hibah masyarakat, proses administrasinya harus diselesaikan terlebih dahulu agar dapat ditetapkan sebagai aset Pemerintah Kota Balikpapan.

“Kita membutuhkan administrasinya. Apakah tanah tersebut sudah dihibahkan atau bagaimana, nanti saya juga yang akan mengurus untuk dilimpahkan ke BKAD agar bisa menjadi aset Pemerintah Kota,” jelasnya.

Sementara itu, satu Posyandu di RT 26 saat ini telah selesai direnovasi. Halili menyebut fasilitas tersebut telah dilengkapi sejumlah kebutuhan, termasuk pendingin ruangan, dan sudah dapat digunakan masyarakat.

“Yang di RT 26 Posyandunya sudah saya rehab. Sudah dipasang AC dan sudah dilengkapi. Sekarang sudah ditempati, tinggal menunggu peresmian,” katanya.

Halili menegaskan, pembangunan Posyandu di wilayah Gunung Samarinda tidak dibatasi target jumlah tertentu. Selama terdapat usulan dari RT dan tersedia lahan yang dapat digunakan, pihaknya akan berupaya memfasilitasi pembangunan tersebut.

“Tidak ada target jumlah. Yang penting ada RT yang mengajukan, kita fasilitasi. Kalau bisa sebanyak-banyaknya. Di Gunung Samarinda ada 59 RT. Kalau memang ada lahannya, kami akan fasilitasi agar bisa terbangun,” pungkasnya. (adv/man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)