Poroskaltim.com, MOJOKERTO - Masih dalam rangkaian kegiatan Capacity Building, Jumat (22/5/2026), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan lanjut mengajak 29 wartawan mengunjungi lokasi kedua di Kampung Organik Brenjonk, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Wisata yang masih merupakan UMKM binaan Bank Indonesia Jawa Timur ini, berdiri di lereng gunung dengan luas 5 hektare. Memiliki udara sejuk dan panorama alam yang asri, kawasan ini menawarkan pengalaman wisata sekaligus pembelajaran mengenai sistem budidaya organik yang ramah lingkungan.
Kampung Organik Brenjonk berhasil mengembangkan konsep wisata edukasi pertanian organik berbasis masyarakat.
Pendiri Kampung Organik Brenjonk, Slamet, menjelaskan bahwa komunitas Brenjonk tidak hanya berfokus pada produksi pertanian, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi desa dari hulu hingga hilir. Mulai dari budidaya, pengolahan produk turunan, hingga pemasaran ke pasar premium.
“Tujuan kami bagaimana petani kecil, terutama ibu rumah tangga di desa, bisa masuk ke pasar premium. Produk organik kami sekarang sudah dipasarkan ke sejumlah retail besar seperti Super Indo, Ranch Market, Papaya, hingga Lai-Lai,” ujar Slamet.
Menurutnya, pendampingan Bank Indonesia Jawa Timur yang dimulai sejak 2018 menjadi titik penting dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan kelompok tani organik di Brenjonk.
Selama lima tahun pendampingan, Bank Indonesia membantu pengembangan sekolah lapang pertanian organik, edukasi sertifikasi, penguatan kelembagaan petani, hingga penyediaan sarana pendukung wisata edukasi dan pengemasan produk.
“Bank Indonesia hadir bukan hanya membantu fasilitas, tetapi juga membangun kualitas SDM kami. Kami dibantu menghadirkan konsultan, pelatihan, hingga kerja sama dengan perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya,” katanya.
Hasilnya, produk organik Brenjonk kini memiliki nilai jual jauh lebih tinggi dibanding produk pertanian konvensional. Bayam organik misalnya, bisa dijual hingga Rp25 ribu per kilogram setelah dikemas premium, jauh di atas harga pasar biasa yang hanya sekitar Rp6 ribu per kilogram.
Selain sayuran, Brenjonk juga mengembangkan berbagai jenis beras organik seperti beras putih, merah, hitam, pandan wangi, hingga beras campuran premium. Harga jualnya pun lebih tinggi karena telah mengantongi sertifikasi organik nasional.
“Beras putih organik dijual Rp17 ribu per kilogram, beras merah Rp25 ribu, dan beras hitam Rp30 ribu. Karena organik punya nilai tambah dan manfaat kesehatan,” jelasnya.
Tak hanya meningkatkan pendapatan petani, konsep pertanian organik yang diterapkan juga dinilai menjadi solusi menghadapi perubahan iklim. Sistem pertanian organik membuat tanah lebih sehat, mampu menyerap air lebih baik, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Brenjonk juga mengembangkan konsep integrated farming dengan memanfaatkan limbah ternak menjadi pupuk organik dan mikroba hayati. Sistem tersebut dinilai membuat biaya produksi petani lebih efisien.
“Kalau pertanian konvensional biaya produksi bisa sampai Rp5 juta per hektare. Organik sekitar Rp3 juta per hektare dan semakin lama semakin murah karena tanahnya makin sehat,” ungkap Slamet.
Selain sektor pertanian, kawasan Brenjonk kini berkembang menjadi destinasi wisata berbasis pertanian yang diminati masyarakat. Wisata petik sayur, kuliner organik, hingga area persawahan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Saat ini, kawasan wisata organik Brenjonk mampu menarik sekitar 8.500 pengunjung setiap bulan dengan perputaran ekonomi kuliner mencapai Rp300 juta per bulan di kawasan seluas sekitar lima hektare.
Slamet menilai dukungan Bank Indonesia telah membuka peluang besar bagi desa untuk berkembang secara mandiri dan berkelanjutan. Ia berharap model pemberdayaan seperti Brenjonk dapat direplikasi di berbagai daerah lain, termasuk Balikpapan.
“Kalau kelompok tani kecil ini kuat, maka ekonomi desa akan bertahan dalam situasi apa pun. Kami sudah membuktikannya saat pandemi maupun ketika harga dolar naik. Karena sistem kami mandiri dan berbasis potensi lokal,” tutupnya. (man)
Tulis Komentar