Iklan Dua

Suwanto Tegaskan Peran PDIP di Balik Program BPJS Gratis untuk Warga Balikpapan

$rows[judul]

poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Jejak perjuangan menghadirkan layanan kesehatan gratis kembali diingatkan dalam agenda reses Anggota DPRD Kota Balikpapan Komisi II, Suwanto, di kawasan “Kampung Bungas”, RT 64 Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, Sabtu (2/5/2026). Di hadapan warga, Suwanto tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga menegaskan kembali peran politik yang menurutnya menjadi fondasi lahirnya program BPJS gratis di Kota Balikpapan.


Dalam suasana dialog yang hangat, ia membawa ingatan publik pada tahun 2014, saat gagasan pembiayaan jaminan kesehatan bagi masyarakat mulai diperjuangkan. Nama almarhum Tohari disebut sebagai sosok kunci yang menggagas program tersebut, sebelum akhirnya wafat usai terpilih.

“Perjuangan ini tidak lahir begitu saja. Almarhum Pak Tohari saat itu bertemu dengan Pak Rahmad Mas’ud, memperjuangkan agar BPJS gratis bisa masuk dalam program pemerintah. Itu bagian dari komitmen kami di PDI Perjuangan,” ujar Suwanto.

Ia menegaskan, dorongan agar masyarakat tidak lagi terbebani iuran kesehatan merupakan bagian dari sikap politik partainya, yang melihat kesehatan sebagai hak dasar warga negara. Menurutnya, skema pembiayaan melalui APBD bukan hal yang mustahil, mengingat sumber pendapatan daerah berasal dari pajak yang juga dibayarkan masyarakat.

“Kenapa masyarakat harus bayar lagi, sementara negara sudah punya pendapatan dari pajak? Itu yang kami perjuangkan, agar BPJS bisa benar-benar dirasakan gratis oleh masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat kritik yang sebelumnya ia sampaikan dalam forum reses yang sama, terkait perlunya pembenahan sistem BPJS secara menyeluruh. Selain memastikan akses gratis, Suwanto juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma layanan, dari yang selama ini berfokus pada pengobatan menjadi lebih menekankan pencegahan.

Ia menilai, keberhasilan menghadirkan BPJS gratis harus diiringi dengan inovasi kebijakan, termasuk program edukasi kesehatan yang langsung menyentuh masyarakat. Dalam konteks ini, keberadaan Kampung Bungas disebut sebagai contoh nyata bagaimana pendekatan berbasis lingkungan mampu mendorong pola hidup sehat.

“Kalau hanya mengobati, anggaran akan habis di hilir. Tapi kalau kita kuatkan pencegahan di hulu, masyarakat tidak mudah sakit. Ini yang harus diperjuangkan berikutnya,” katanya.

Suwanto juga menyinggung bahwa pembiayaan BPJS, termasuk skema Penerima Bantuan Iuran (PBI), sejatinya bersumber dari anggaran publik. Oleh karena itu, ia menilai sudah seharusnya masyarakat merasakan manfaat optimal dari setiap rupiah yang dihimpun negara.

Reses di Kampung Bungas kali ini tidak hanya menjadi ruang serap aspirasi, tetapi juga panggung refleksi atas perjalanan kebijakan kesehatan di Balikpapan. Dari perjuangan politik masa lalu hingga tantangan sistem hari ini, Suwanto menegaskan bahwa komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata masih harus terus dijaga bukan hanya soal gratis, tetapi juga soal kualitas dan keberlanjutan. (adv/rud)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)