Ya, hal tersebut disampaikannya saat ditemui di sela kegiatan reses masa sidang II di kawasan pesisir RT 29, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, Sabtu (2/5/2026).
Menurut Siska, secara umum fasilitas pendidikan di Balikpapan sudah tergolong memadai, baik dari segi infrastruktur maupun jumlah sekolah. Namun, ia menilai masih terdapat kekurangan pada aspek sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik.
“Fasilitas dan sekolah di Balikpapan sudah cukup baik, tetapi yang masih kurang adalah tenaga pengajar. Ini menjadi tantangan yang harus segera diatasi,” ujar politisi NasDem itu.
Ia menjelaskan, salah satu penyebab minimnya tenaga pengajar adalah terbatasnya lulusan sarjana pendidikan dari perguruan tinggi di Balikpapan. Akibatnya, banyak guru yang direkrut berasal dari luar daerah.
Kondisi tersebut, lanjut Siska, seringkali menimbulkan kendala, karena guru dari luar daerah harus menyesuaikan diri dengan tempat tinggal baru. Tidak jarang, mereka kembali ke daerah asal karena alasan keluarga, sehingga berdampak pada kekosongan tenaga pengajar di sekolah.
Selain itu, ia juga menyoroti rendahnya minat masyarakat untuk berprofesi sebagai guru, yang dipengaruhi oleh keterbatasan kesejahteraan, terutama bagi guru honorer dan tenaga pengajar di sekolah swasta.
“Saya pernah merasakan sendiri, ada guru swasta yang hanya menerima honor sekitar Rp300 ribu per bulan. Kondisi ini tentu memprihatinkan dan membuat minat menjadi guru semakin berkurang,” ungkapnya.
Kendati demikian, Siska mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan yang telah membuka program guru kontrak untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar. Namun, ia menilai masih ada sejumlah persyaratan yang perlu dievaluasi agar program tersebut lebih efektif dan mampu menarik minat pendaftar.
Ia pun mendorong adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap kesejahteraan guru, baik melalui peningkatan honorarium maupun kebijakan lain yang dapat memperkuat daya tarik profesi guru.
“Dorongan untuk menjadi guru harus diperkuat. Jika kesejahteraan diperhatikan, tentu akan lebih banyak yang tertarik mengabdi di dunia pendidikan,” tegasnya.
Siska berharap, momentum Hardiknas dapat menjadi refleksi bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk memastikan ketersediaan tenaga pengajar yang memadai demi masa depan generasi muda di Balikpapan. (adv/man)
Tulis Komentar