Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang menyerap aspirasi warga, tetapi juga menjadi momen silaturahmi bagi Siska dengan masyarakat di lingkungan tempat ia menghabiskan masa kecilnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dewan dapil Balikpapan Kota itu turut menghadirkan sejumlah pihak terkait, di antaranya perwakilan BPJS Kesehatan Prasetya, BPJS Ketenagakerjaan Asti, perwakilan PTMB Rima, Fajar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kota Balikpapan.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan terbuka, salah satu isu utama yang disampaikan warga adalah terkait program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Warga mengeluhkan belum meratanya realisasi sertifikat tanah.
Ketua RT 29, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa sejak 2022 wilayahnya telah masuk dalam program PTSL dengan total sekitar 90 bidang tanah yang diajukan. Namun hingga kini, baru sekitar 40 hingga 50 bidang yang berhasil disertifikasi.
“Informasinya karena kuota dan antrean. Kami berharap ada dorongan agar sisanya bisa segera terealisasi,” ujarnya.
Siska menilai, belum meratanya penerbitan sertifikat kemungkinan dipengaruhi oleh banyaknya pengajuan yang masuk, sehingga pihak terkait kewalahan dalam proses administrasi. Ia memastikan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut kepada instansi berwenang.
“Awalnya kami menduga kendala terjadi pada rumah yang posisinya lebih ke laut. Namun setelah dikonfirmasi, ternyata tidak demikian karena ada juga yang sudah selesai. Artinya, persoalannya bukan pada lokasi, melainkan kemungkinan karena banyaknya program PTSL yang berjalan sehingga pihak terkait masih kewalahan dan prosesnya harus antre," jelas politisi Nasdem itu.
Selain persoalan PTSL, Ketua RT 29 juga mengusulkan perbaikan fasilitas umum, khususnya area parkir Musholla An-Nas. Menurut warga, rencana perbaikan sebelumnya belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran, sehingga diperlukan pengajuan ulang dengan konsep perbaikan menyeluruh.
Aspirasi lain disampaikan Jamal, warga RT 29. Ia menyampaikan bahwa warga membutukan mobil ambulans untuk menunjang layanan kesehatan, mengingat mayoritas penduduk di wilayah tersebut merupakan lanjut usia.
Menanggapi hal itu, Siska menyatakan komitmennya untuk mengupayakan pengadaan ambulans, dengan menindaklanjuti pihak puskesma atau rumah sakit terdekat jika ada hal bersifat urgensi. Bahkan jika diperlukan melalui bantuan pribadinya.
"Jika ada hal yang mendesak, warga jangan segan-segan menghubungi, biar saya yang segera meminta ambulan agar segera datang. Namun, doakan saja saya kelak juga ada rezeki, agar bisa membantu pengadaan ambulans untuk warga di sini,” ucapnya berharap.
Tak hanya itu, Siska juga memberikan arahan kepada warga terkait penyelesaian persoalan administrasi, seperti kasus sertifikat ahli waris yang masih tertahan, agar dilengkapi dokumen pendukung sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Melalui kegiatan reses ini, Siska menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, agar mendapatkan perhatian dan solusi nyata dari pemerintah. (adv/man)
Tulis Komentar