poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Suasana berbeda tampak di lingkungan RT 64, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, Sabtu (2/5/2026). Di tengah agenda reses Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Komisi II, Suwanto, antusiasme warga justru melampaui ekspektasi. Dari 100 undangan yang disebar, lebih dari 135 warga hadir, memenuhi lokasi kegiatan sejak awal hingga akhir acara.

Kehadiran yang melimpah ini tidak sekadar angka. Ia menjadi penanda kuat kedekatan emosional antara wakil rakyat dengan konstituennya. Warga datang bukan hanya untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga menunjukkan dukungan terhadap sosok yang mereka nilai konsisten hadir di tengah masyarakat.
Reses tersebut turut dihadiri Camat Balikpapan Tengah, Ariefdah Aida Kuntjoro, perwakilan Kelurahan Gunung Sari Ilir, Endah, serta perwakilan BPJS Kesehatan, Faris. Sementara itu, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan hadir di penghujung acara, sehingga tidak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sejak awal.
Dalam sambutannya, Ariefdah menyampaikan apresiasi kepada warga dan Suwanto atas keberhasilan mengembangkan program “Kampung Bungas”. Program tersebut dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan sehat.
“Program Kampung Bungas ini sangat terasa manfaatnya. Lingkungan menjadi lebih rapi dan sehat. Harapan kami, ini bisa mendapat perhatian lebih, termasuk dukungan CSR dari pihak BPJS, karena program ini terbukti berjalan baik dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Endah yang mewakili pihak kelurahan menilai Kampung Bungas sebagai contoh nyata pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Ia bahkan menyebut kawasan tersebut sebagai salah satu pelopor di Kota Balikpapan.
“Kami sangat mengapresiasi warga di sini. Kampung Bungas ini membanggakan dan bisa menjadi percontohan bagi wilayah lain di Balikpapan,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam dialog bersama warga, berbagai aspirasi disampaikan, mulai dari peningkatan layanan kesehatan, ketenagakerjaan, hingga penguatan program lingkungan yang telah berjalan. Suwanto menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap masukan yang diterima sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan DPRD.
Menjelang penutupan, suasana reses berubah hangat dan penuh semangat. Warga secara spontan meneriakkan yel-yel yang pernah populer beberapa tahun lalu, “Suwanto selalu Tetap hati”. Seruan itu menggema, menjadi simbol kedekatan yang terjalin bukan hanya dalam forum formal, tetapi juga dalam hubungan sosial yang terbangun dari waktu ke waktu.
Reses kali ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan cerminan hubungan timbal balik antara wakil rakyat dan masyarakat di mana aspirasi bertemu dengan harapan, dan kepercayaan dijaga melalui kehadiran nyata. (adv/rud)
Tulis Komentar