Iklan Dua

Reses di Balikpapan Barat, Ketua DPRD Soroti Layanan Air Bersih dan Dorong Percepatan Sambungan Baru

$rows[judul]

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menggelar reses masa sidang II tahun 2025–2026 di Taman Kampung Baru, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, Kamis malam (30/4/2026).

Dalam kegiatan yang dikemas sebagai forum silaturahmi tersebut, Alwi turut menghadirkan Direktur Operasional Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Ali Rahman, serta Camat Balikpapan Barat, Erwin. Kehadiran para pemangku kepentingan ini dimaksudkan untuk merespons langsung berbagai aspirasi masyarakat, khususnya terkait layanan air bersih.

Sejumlah warga menyampaikan keluhan mengenai keterbatasan akses air bersih yang hingga kini belum merata, terutama di wilayah Baru Ulu dan sekitarnya. 

Syarkawi, salah satu warga Kelurahan Baru Tengah mengungkapkan bahwa banyak masyarakat yang ingin memasang sambungan air baru, namun terkendala ketersediaan pipa induk.

“Warga diminta menanggung biaya pipa induk atau mengajukan proposal ke dinas terkait. Kami berharap ada kemudahan dalam mekanisme pengajuan tersebut,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Hussein, Ketua RT 49 Kelurahan Baru Tengah. Ia menyoroti proses pemasangan jaringan pipa baru di kawasan Jalan 21 Januari yang dinilai belum terintegrasi dengan kebutuhan calon pelanggan baru.

“Harapannya, pemasangan pipa baru bisa sekaligus mengakomodasi pelanggan baru, sehingga tidak terjadi pembongkaran ulang setelah pekerjaan selesai. Ini agar pekerjaan lebih efisien dan tidak terkesan berulang,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Alwi Al Qadri mengapresiasi sejumlah langkah pembenahan yang telah dilakukan PTMB, termasuk perubahan posisi jaringan pipa yang kini dipindahkan dari bawah ke atas jembatan guna mengurangi risiko kebocoran dan potensi pencurian.

“Ini langkah yang baik, karena sebelumnya pipa di bawah jembatan cukup rawan, baik dari sisi kerusakan maupun penyalahgunaan oleh oknum,” katanya.

Alwi juga menyambut baik rencana penambahan sekitar 12.000 sambungan rumah (SR) baru yang disampaikan pihak PTMB. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi harapan bagi masyarakat Balikpapan Barat yang selama ini harus menunggu lama untuk mendapatkan layanan air bersih.

“Ini kabar baik, mengingat banyak warga yang sudah menunggu hingga satu sampai dua tahun untuk sambungan baru,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan akan terus mengawal realisasi program tersebut agar tidak berhenti sebatas wacana.

“Saya harap ini benar-benar terealisasi. Jangan sampai hanya menjadi janji tanpa tindak lanjut. Kalau masih ada warga yang menunggu lama, tentu akan kami dorong dan evaluasi,” tegasnya.

Selain itu, persoalan tekanan air yang tidak stabil serta maraknya pencurian meteran air juga menjadi perhatian dalam forum tersebut. Beberapa warga mengaku aliran air hanya mengalir pada dini hari, sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari.

Melalui reses ini, Alwi berharap seluruh permasalahan layanan air bersih di Balikpapan Barat dapat segera ditangani secara bertahap dan menyeluruh, sehingga masyarakat dapat merasakan pelayanan yang lebih optimal. (adv/man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)