Iklan Dua

HIPMI Balikpapan Bawa Harapan ke Pelosok Balsel Lewat Hewan Kurban

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ketua BPC HIPMI Balikpapan, Adam Dustin Bhakti saat memberikan hewan qurban kepada pengurus Masjid Asy Syakirin sebelum disembelih.

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Semangat berbagi di Hari Raya Iduladha 1446 H membawa langkah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Balikpapan menuju salah satu sudut kota yang jarang tersorot yakni RT 62, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan. Di sanalah, di halaman Masjid Asy Syakirin yang berdiri sejak 1969, haru dan syukur mewarnai penyerahan hewan kurban dari para pengusaha muda ini.

Ketua BPC HIPMI Balikpapan, Adam Dustin Bhakti, secara langsung menyerahkan satu ekor sapi dan tiga ekor kambing kepada pengurus masjid, Alaudin. Turut hadir menyaksikan momen tersebut sejumlah tokoh, termasuk Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Balikpapan, Eddy Adha, dan Kepala Kemenag Balikpapan, Masrivani.

“Sudah lama masjid ini tidak merasakan kehadiran hewan kurban. Terakhir kali kami mendapat bantuan serupa terjadi 14 tahun lalu,” ujar Alaudin terharu. 

Ia mengungkapkan bahwa daging kurban akan dibagikan kepada 89 kepala keluarga di sekitar masjid kebanyakan dari mereka hidup dalam keterbatasan.

Bagi Adam dan rekan-rekannya di HIPMI, aksi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk nyata kehadiran pengusaha muda di tengah masyarakat. 

“Kami ingin menyentuh langsung mereka yang membutuhkan. Ini bukan hanya soal berbagi daging, tapi soal menjalin kepedulian,” ungkap Adam.

Ia menekankan bahwa inisiatif seperti ini menjadi bagian dari misi HIPMI untuk berkontribusi pada pemerataan kesejahteraan sosial, terutama di wilayah-wilayah yang belum banyak tersentuh bantuan.

Ketua Panitia Kurban HIPMI, Izul Damang, menambahkan bahwa ini baru langkah awal. 

“Kami punya komitmen jangka panjang. Bukan hanya kurban, ke depan kami ingin terlibat dalam pembenahan masjid-masjid yang selama ini luput dari perhatian,” katanya.

Baginya, kegiatan seperti ini adalah bukti bahwa dunia usaha tak melulu soal profit. Ada peran sosial yang tak kalah penting untuk dimainkan.

“Semoga ini jadi pengingat bahwa kita semua punya andil dalam menciptakan kehidupan yang lebih adil dan sejahtera, terutama bagi mereka yang berada di pinggiran,” tutup Izul. (man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)