Keterangan Gambar : Ketua DPC PKB Balikpapan, Michael Adams.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Balikpapan mulai melakukan langkah regenerasi organisasi dengan mendorong keterlibatan generasi muda dalam struktur kepengurusan partai. Upaya tersebut menjadi salah satu agenda utama kepengurusan baru PKB Balikpapan periode 2026–2031.
Ketua DPC PKB Balikpapan, Michael Adams, mengatakan arah baru tersebut merupakan tindak lanjut hasil pelantikan pengurus DPC PKB se-Indonesia yang digelar pada 23 Juli 2026 di kawasan Kota Tua Jakarta, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB. Pelantikan yang dipimpin langsung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar itu diikuti sebanyak 19.675 pengurus DPC dari seluruh Indonesia.
Menurut Adams, salah satu target utama tahun ini adalah menyelesaikan pembentukan kepengurusan hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) di kecamatan dan ranting di setiap kelurahan.
"Kami sedang memodernisasi gerakan partai dengan memperbanyak keterlibatan anak muda. Harapannya, kepengurusan di tingkat ranting rata-rata diisi kader berusia 35 tahun ke bawah. Model ini sudah mulai diterapkan di beberapa daerah, terutama di Jawa Barat," ujar Adams didampingi Sekretaris DPC PKB Balikpapan, Sufyan Jufri, di ruang Fraksi PKB DPRD Balikpapan, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, regenerasi bukan berarti mengesampingkan kader senior. Para senior tetap memiliki peran strategis sebagai pembimbing melalui struktur partai maupun Dewan Syuro, sementara kepemimpinan operasional diberikan kepada generasi muda yang dinilai lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, regenerasi menjadi kebutuhan mengingat mayoritas masyarakat, termasuk di Balikpapan, merupakan kelompok usia produktif. Karena itu, PKB ingin menghadirkan organisasi yang lebih dinamis dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk bergabung.
"Anak muda memiliki inovasi, memahami perkembangan teknologi, serta lebih dekat dengan isu-isu yang berkembang di masyarakat. Itu yang ingin kami dorong agar organisasi semakin relevan dengan kebutuhan zaman," katanya.
Adams juga menilai regenerasi harus mulai tercermin dalam proses kaderisasi politik, termasuk dalam menyiapkan calon pemimpin daerah. Menurutnya, ke depan kalangan muda perlu mendapat ruang lebih besar, setidaknya sebagai calon wakil kepala daerah.
"Kalau pun kepala daerah masih diisi tokoh senior, kami berharap wakilnya berasal dari generasi muda agar mampu memahami kebutuhan dan aspirasi anak-anak muda saat ini," ucapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar generasi muda tidak hanya fokus pada dunia digital dan media sosial, tetapi juga didorong mengembangkan sektor produktif seperti pertanian, perikanan, teknik, dan bidang lainnya yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan daerah.
Selain regenerasi, Adams menyebut hasil pelantikan nasional juga menekankan agar seluruh DPC PKB lebih aktif melakukan advokasi terhadap persoalan masyarakat.
Ia mengatakan PKB Balikpapan akan menghimpun para sarjana hukum untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat yang menghadapi persoalan hukum maupun persoalan sosial, baik melalui jalur litigasi maupun nonlitigasi.
"Ke depan, setiap persoalan masyarakat harus mendapat perhatian. Kami ingin ada pendampingan yang serius, mulai dari tingkat RT, kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota. Ini menjadi komitmen kepengurusan DPC PKB Balikpapan," tegasnya.
Ia juga meminta anggota Fraksi PKB di DPRD Balikpapan lebih aktif mengawal berbagai persoalan di daerah pemilihannya, sementara wilayah yang belum memiliki keterwakilan akan menjadi perhatian langsung DPC.
Di bidang ekonomi, Adams menegaskan PKB tetap konsisten mendukung penguatan ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan semangat gotong royong. Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi yang saat ini didorong pemerintah pusat.
Ia menilai kondisi ekonomi global yang penuh tantangan mengharuskan Indonesia memperkuat sektor produksi berbasis sumber daya manusia dan sumber daya alam.
Karena itu, PKB mendorong Pemerintah Kota Balikpapan untuk memberikan perhatian lebih besar kepada pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di sektor produksi, bukan hanya perdagangan atau distribusi.
"UMKM yang kita harapkan adalah UMKM produktif, yang mampu menghasilkan barang sendiri. Balikpapan memiliki potensi besar di sektor perikanan, termasuk produk olahan hasil laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi," katanya.
Adams menilai potensi tersebut perlu didukung melalui pembangunan infrastruktur perikanan, seperti pelabuhan perikanan yang memadai, fasilitas penyimpanan (cold storage), hingga dukungan terhadap nelayan melalui penyediaan alat tangkap dan kapal.
Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan penataan kota, tetapi juga memperkuat sektor-sektor produktif yang langsung menyentuh kesejahteraan masyarakat.
"Yang paling penting bukan hanya mempercantik kota, tetapi memastikan masyarakat memiliki pekerjaan, memperoleh akses permodalan, dan pelaku usaha kecil mendapat dukungan agar mampu berkembang. Dengan begitu ekonomi kerakyatan benar-benar bisa tumbuh dan menjadi penopang perekonomian daerah," pungkas Adams. (man)
Tulis Komentar