Iklan Dua

Pembangunan Pasar Induk Kilometer 5 Didorong, DPRD Optimistis Kurangi Kepadatan Pasar Pandansari

$rows[judul] Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono.

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Rencana pembangunan pasar induk di kawasan Kilometer 5, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, terus diupayakan Pemerintah Kota Balikpapan. Pasar yang direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 11 hektare itu diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kesemrawutan di kawasan Pasar Pandansari.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, mengatakan keberadaan pasar induk nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi barang, tetapi juga menjadi lokasi utama aktivitas bongkar muat kebutuhan pokok sebelum didistribusikan ke pasar-pasar tradisional.

Menurutnya, pasar induk tersebut direncanakan dibangun di kawasan yang berdekatan dengan Rumah Potong Hewan (RPH) Kariangau. Lokasi itu dinilai strategis karena mampu mendukung sistem distribusi logistik yang lebih tertata dan efisien.

"Rencananya pasar induk berada di dekat RPH Kariangau. Nantinya seluruh aktivitas bongkar muat dilakukan di sana, sehingga Pasar Pandansari benar-benar difungsikan sebagai tempat berjualan. Barang yang masuk ke pasar sudah dalam kondisi siap dipasarkan," ujar Budiono saat ditemui di ruang kerjanya, kantor DPRD Balikpapan, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, apabila pasar induk telah beroperasi, aktivitas kendaraan pengangkut barang yang selama ini memadati kawasan Pasar Pandansari dapat dialihkan ke Kilometer 5. Dengan demikian, kawasan pasar menjadi lebih tertib, kemacetan dapat berkurang, dan penggunaan fasilitas umum maupun fasilitas sosial bisa dikembalikan sesuai fungsinya.

Budiono menambahkan, penataan kawasan Pasar Pandansari juga merupakan bagian dari tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang meminta agar fasilitas umum dan fasilitas sosial dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Di sisi lain, DPRD juga terus mendorong rencana revitalisasi Pasar Pandansari agar kondisi pasar menjadi lebih nyaman bagi pedagang maupun masyarakat. Namun, ia mengakui realisasi pembangunan tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

"Revitalisasi Pasar Pandansari sudah menjadi pembahasan, tetapi kondisi kemampuan keuangan daerah saat ini belum memungkinkan untuk segera melaksanakannya," jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Meski demikian, Budiono berharap upaya pembangunan pasar induk dan revitalisasi Pasar Pandansari tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, kedua program tersebut saling melengkapi dalam menciptakan sistem perdagangan yang lebih tertib, nyaman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Balikpapan. (man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)