Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri. (foto: herman)
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, pada Senin (23/2/2026).
Adapun pertemuan kedua belah pihak itu dilaksanakan di ruang rapat gabungan lantai dua Kantor DPRD Kota Balikpapan. RDP tersebut membahas program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Balikpapan Tahun 2026, khususnya sektor pekerjaan umum.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menyampaikan bahwa pihaknya mendorong percepatan pembebasan lahan di kawasan Sungai Ampal, mulai dari hulu hingga hilir. Langkah itu dinilai penting sebagai upaya strategis penanganan banjir yang kerap terjadi di kawasan Ampal Hulu dan Ampal Hilir.
Menurut Yusri, kebutuhan anggaran pembebasan lahan diperkirakan mencapai Rp1,3 triliun. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah bidang lahan yang statusnya perlu dipastikan lebih lanjut. DPRD menargetkan proses pembebasan lahan dapat direalisasikan paling lambat pada 2027.
“Kami berharap pembebasan lahan Sungai Ampal bisa segera dilaksanakan. DED sudah selesai, sehingga tinggal tahap eksekusi,” ujar Yusri seusai memimpin RDP.
Politisi Golkar itu menambahkan, bahwa konsep penataan Sungai Ampal direncanakan serupa dengan Sungai Sepinggan, dengan lebar sungai mencapai 40 hingga 50 meter agar mampu meningkatkan kapasitas tampung air dan mengurangi potensi banjir.
Sementara itu, Kepala DPU Kota Balikpapan, Rita, menegaskan bahwa fokus program pada 2026 masih difokuskan pada penanganan banjir. Namun, ia mengakui tidak semua titik banjir dapat dituntaskan sekaligus karena keterbatasan anggaran.
“Anggaran DPU mengalami pemotongan sekitar Rp440 miliar atau hampir 60 persen akibat penyesuaian TKD (Transfer ke Daerah). Karena itu, penanganan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Rita menyebutkan, beberapa titik yang akan dilanjutkan pengerjaannya, salah satunya di Jalan MT Haryono yang selama ini kerap dilanda banjir. Pemerintah Balikpapan berharap upaya tersebut dapat mengurangi dampak genangan di sejumlah wilayah rawan. (adv/man)
Tulis Komentar