Keterangan Gambar : PTMB melakukan sosialisasi dan diskusi bersama warga Jalan 21 Januari terkait persoalan air bersih. Dalam pertemuan itu ditemukan kesepakatan untuk melakukan peremajaan pipa.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Keluhan warga terkait keterbatasan akses air bersih di kawasan Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, khususnya di sepanjang Jalan 21 Januari, mulai menemui titik terang. Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memastikan akan segera melakukan peremajaan pipa induk sekaligus mengupayakan jaringan pipa baru demi kelancaran distribusi air bersih.
Kepastian tersebut disampaikan Direktur Operasional PTMB, Ir. Ali Rachman, usai bertemu warga dalam kegiatan sosialisasi dan diskusi yang dihadiri para ketua RT serta tokoh masyarakat di Aula Kantor Kelurahan Baru Ulu, Kamis (15/1/2025) sore.
Ali Rachman menjelaskan, pekerjaan peremajaan pipa induk di Jalan 21 Januari dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2025 mendatang. Selama ini, kata dia, gangguan distribusi air bukan disebabkan oleh ketersediaan air, melainkan kerusakan jaringan akibat pencurian dan kebocoran pipa yang berulang.
“Air sebenarnya ada, tetapi banyak gang yang tidak teraliri karena sering terjadi pencurian dan kerusakan pipa. Sudah beberapa kali diperbaiki, bocor lagi. Karena itu kami ubah pola, pipa diremajakan dan dipasang di atas jembatan, bukan lagi di bawah, supaya terlihat dan mudah diawasi,” ujarnya.
PTMB juga akan mengganti seluruh water meter pelanggan dengan yang baru. Pipa yang digunakan berjenis HDPE berwarna hitam, yang dinilai lebih kuat dan sulit dimanipulasi. Untuk pengawasan pekerjaan, PTMB melibatkan mantan karyawannya yang tinggal di kawasan tersebut sebagai pengawas lapangan.
“Kami mulai dari nol. Setelah pemasangan pipa dan water meter baru selesai semua, barulah pipa induk lama kami hentikan dan diganti sepenuhnya dengan pipa yang baru,” jelas Ali.
Peremajaan ini ditargetkan melayani sekitar 500 pelanggan di wilayah Jalan 21 Januari. Secara kontrak, pekerjaan diperkirakan rampung dalam waktu tiga bulan, namun PTMB menargetkan percepatan agar selesai sebelum Ramadan atau paling lambat menjelang Lebaran.
“Kami mohon dukungan warga dan RT untuk bersama-sama menjaga material di lapangan agar tidak hilang, karena itu bisa menghambat pekerjaan,” imbuhnya.
Untuk sambungan baru, PTMB akan memprioritaskan pelanggan existing terlebih dahulu. Setelah seluruh jaringan lama kembali normal dan aliran air lancar, barulah sambungan baru akan dipasang secara bertahap.
Ali juga memastikan ketersediaan air mencukupi. Berdasarkan perhitungan, pasokan air berasal dari IPA Baru Ulu, IPA Kampung Damai, dan IPA Kilometer 8 dengan kapasitas sekitar 3 hingga 5 liter per detik, yang dinilai lebih dari cukup untuk kawasan Balikpapan Barat. “Jika nanti dirasa kurang, tentu akan kami tambah,” tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat RT 1, Syamsuddin Muin, menyambut baik rencana peremajaan pipa tersebut. Ia berharap komitmen PTMB benar-benar direalisasikan dan diiringi dengan pengawasan ketat agar tidak lagi terjadi pencurian air.
“Kami berharap ada terobosan nyata dari pemerintah supaya warga pesisir bisa menikmati air bersih dengan cukup, apalagi ini mendekati Ramadan. Jangan sampai ulah oknum merugikan masyarakat banyak,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan antara infrastruktur dan ketersediaan air. Menurutnya, pemasangan pipa saja tidak cukup jika suplai air tidak stabil.
“Pipanya boleh canggih, tapi kalau airnya tidak ada, percuma. Itu PR pemerintah ke depan,” pintanya.
Syamsuddin juga berharap pemasangan pipa dapat menjangkau seluruh gang, termasuk kawasan sekitar pelabuhan sepit yang selama ini belum terlayani.
Warga berharap, dengan peremajaan jaringan pipa ini, persoalan klasik air bersih di Kampung Baru benar-benar teratasi.
“Air itu kebutuhan utama. Semoga ke depan ketersediaannya lancar dan tidak lagi menjadi masalah berulang di Balikpapan,” pungkasnya. (man)
Tulis Komentar