Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mendorong seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Kota ini untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus mengurangi beban biaya yang ditanggung masyarakat.
Menurut Gasali, kolaborasi antara pemerintah kota Balikpapan dan sekolah swasta merupakan salah satu solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan layanan pendidikan, tanpa harus terus membangun sekolah baru beserta sarana pendukungnya.
“Ini salah satu solusi yang baik. Yang penting sekolah swasta mengikuti aturan yang ditetapkan Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota. Jika bisa berkolaborasi, maka layanan pendidikan akan semakin luas dan mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya saat ditemui di kantor DPRD Balikpapan, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, kerja sama dengan sekolah swasta dinilai lebih efisien karena fasilitas pendidikan dan tenaga pengajar sudah tersedia. Pemerintah hanya perlu menyusun pola kerja sama yang saling menguntungkan antara pihak sekolah dan pemerintah daerah.
Gasali mengungkapkan, program kemitraan tersebut terus menunjukkan perkembangan positif. Jika pada 2025 terdapat 13 SMP swasta yang bergabung dalam program kerja sama dengan pemerintah, maka pada 2026 jumlahnya bertambah menjadi 15 sekolah.
“Harapan kami seluruh sekolah swasta dapat bergabung. Dengan semakin banyak sekolah yang bekerja sama, kualitas dan pemerataan pendidikan di Balikpapan akan semakin baik,” katanya.
Selain meningkatkan akses pendidikan, program tersebut juga memberikan manfaat bagi masyarakat karena sebagian biaya pendidikan mendapat dukungan atau subsidi dari pemerintah sehingga lebih terjangkau.
Meski demikian, Gasali mengakui keberadaan sekolah swasta saat ini belum merata di seluruh kecamatan. Karena itu, DPRD bersama pemerintah akan melakukan evaluasi dan pendataan wilayah yang masih kekurangan fasilitas pendidikan.
Menurutnya, apabila di suatu kawasan tidak terdapat sekolah swasta dan jarak ke sekolah terdekat cukup jauh, maka pemerintah perlu mempertimbangkan pembangunan ruang belajar baru atau bahkan sekolah baru.
“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan layanan pendidikan yang dekat, layak, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Pendidikan harus dapat dinikmati secara merata oleh seluruh warga Kota Balikpapan,” pungkasnya. (adv/man)
Tulis Komentar