Keterangan Gambar : Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menyoroti kondisi gedung baru DPRD Balikpapan yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Sejumlah fasilitas dan sarana pendukung masih dalam proses pemasangan maupun perbaikan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah sistem pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC) serta aspek keamanan gedung. Alwi menjelaskan, sebelumnya terdapat beberapa unit AC yang tidak berfungsi akibat kabel instalasi dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Perlu saya luruskan, terkait ada beberapa AC yang mati, itu karena ada beberapa kabel instalasi AC yang dicuri oleh oknum,” ujar Alwi saat ditemui usai mengikuti upacara HUT RI ke-81 di Balai Kota, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari sistem keamanan gedung yang belum sepenuhnya ideal. Hingga saat ini, pagar gedung baru belum terpasang secara permanen sehingga akses menuju area gedung masih relatif mudah.
“Kantor ini pagarnya memang masih belum permanen, sehingga memudahkan orang masuk ke gedung ini. Kita juga sudah perintahkan sekuriti untuk meningkatkan pengawasan,” katanya.
Namun, pengawasan tersebut masih menghadapi kendala karena jumlah personel keamanan belum bertambah. Saat ini, petugas keamanan harus membagi fokus untuk menjaga gedung lama dan gedung baru.
“Sekuriti sekarang terbagi fokusnya, menjaga gedung depan dan gedung belakang. Sedangkan penambahan sekuriti sendiri belum ada. Jadi yang di depan juga harus dijaga, gedung lama dijaga, gedung belakang juga dijaga,” jelasnya.
Alwi menilai kondisi tersebut membuat gedung baru DPRD cukup rentan dimasuki pihak yang tidak bertanggung jawab. Terlebih, pagar permanen belum tersedia.
Karena itu, ia meminta Sekretariat DPRD (Sekwan) meningkatkan sistem keamanan, termasuk memastikan akses masuk gedung dapat dikontrol dengan baik.
“Saya sudah sampaikan kepada Sekwan, untuk segi keamanan kantor ini harus selalu dikunci. Jangan sampai kita kecolongan lagi dan ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab bisa masuk ke kantor baru ini,” tegasnya.
Terkait rencana penambahan personel keamanan, Alwi menyerahkan sepenuhnya ke Sekwan yang lebih mengetahui kebutuhan dan proses pengadaan tenaga keamanan.
Alwi juga menyebut pihaknya telah menerima dokumentasi berupa foto yang menunjukkan kabel instalasi AC di gedung tersebut dicuri. Kondisi itu, kata dia, tentunya membutuhkan penganggaran kembali apabila fasilitas yang hilang harus dipasang ulang.
“Ada foto-fotonya yang saya sampaikan kepada Bu Kadis. Itu beberapa foto kabel-kabel yang dicuri. Kalau mau dianggarkan lagi, tentu perlu waktu,” katanya.
Alwi juga menanggapi adanya keluhan dari sebagian anggota DPRD mengenai gedung baru yang dinilai belum sepenuhnya layak digunakan.
Ia menegaskan, secara kontraktual pekerjaan gedung tersebut memang belum selesai karena masa kontraknya masih berjalan hingga Desember 2026.
“Kalau mau dibilang belum layak, sebenarnya gedung ini memang belum selesai. Kontraknya juga belum selesai sampai Desember,” jelasnya.
Namun, karena sejumlah anggota DPRD menginginkan agar aktivitas segera dipindahkan ke gedung baru, pimpinan DPRD kemudian meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penyelesaian sejumlah fasilitas yang dianggap penting.
“Kemarin ada beberapa teman-teman yang ingin cepat pindah. Jadi kita sedikit meminta kepada Dinas PU untuk segera menyelesaikan,” ungkap Alwi.
Ia menyebut sejumlah fasilitas dasar kini sudah mulai berfungsi. Salah satunya adalah aliran air yang sebelumnya menjadi perhatian.
Selain memastikan fasilitas dasar berfungsi, Alwi menyebut masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama terkait sistem keamanan. Penambahan kamera pengawas atau CCTV menjadi salah satu kebutuhan yang akan diperhatikan untuk meningkatkan keamanan gedung.
“Nanti mungkin kita juga ada penambahan CCTV. PR-nya adalah penambahan CCTV,” ujarnya.
Selain CCTV, pembangunan pagar permanen juga menjadi perhatian utama. Menurut Alwi, keberadaan pagar sangat penting untuk membatasi akses dan mencegah orang yang tidak berkepentingan masuk ke area gedung.
Namun, rencana tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.
“Sekali lagi saya sampaikan, kita terkendala karena pagar ini membutuhkan anggaran yang cukup besar. Tetapi ada efisiensi, sehingga kita juga tidak bisa buru-buru menganggarkannya,” pungkas Alwi. (adv/man)
Tulis Komentar