Iklan Dua

Edukasi Warga GSU Lewat Reses, Iim Jelaskan Fungsi Kearsipan dan Penguatan Program Sosial

$rows[judul]

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Anggota DPRD Kota Balikpapan, Iim, menggelar kegiatan reses masa sidang II di halaman Kantor Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU), Kecamatan Balikpapan Tengah, Rabu (29/4/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Dalam reses tersebut, Iim mengundang para ketua RT dari RT 1 hingga RT 41 di wilayah Gunung Sari Ulu. Turut hadir Kepala Bidang Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Balikpapan, Anita Eva Maria, Lurah Gunung Sari Ulu Rendra Hermawan, serta Ketua DPD PKS Balikpapan Nasrul Hamdi.

Mengusung tema edukasi kearsipan, Iim menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan menyimpan dokumen penting. Ia menilai, kearsipan sering dianggap sepele, padahal memiliki peran krusial, terutama saat terjadi bencana.

“Kita belajar dari berbagai kejadian bencana, seperti di Aceh, di mana banyak arsip penting hilang. Balikpapan juga rawan banjir dan kebakaran. Karena itu, penting bagi masyarakat memahami cara menyimpan arsip dengan baik,” ujarnya Iim dalam sambutannya.

Ia juga mendorong edukasi kearsipan sejak dini, termasuk kepada pelajar. Menurutnya, dokumen seperti ijazah, bahkan sejak tingkat taman kanak-kanak (TK), memiliki nilai penting bagi masa depan.

“Jangan anggap ijazah TK tidak penting. Justru di situlah fondasi karakter anak terbentuk. Bahkan ada perusahaan yang melihat ijazah sejak TK sebagai bagian dari penilaian,” jelas Dewan dapil Balikpapan Tengah ini.

Selain isu kearsipan, Iim turut menyampaikan sejumlah program pemerintah daerah yang sedang berjalan, seperti penguatan UMKM, ketahanan pangan, hingga penanganan stunting. Ia mengungkapkan, DPRD melalui Komisi IV juga mendorong pembentukan berbagai komunitas di masyarakat, seperti komunitas sedekah dan komunitas menanam.

“Kami ingin tidak ada lahan yang terbengkalai. Melalui komunitas menanam, masyarakat bisa memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami. Bibit juga difasilitasi oleh dinas terkait,” katanya.

Terkait penanganan stunting, Iim menyoroti pentingnya peran kader di tingkat RT dan posyandu sebagai ujung tombak. Ia mengaku telah mengusulkan pemberian insentif bagi para kader, meski implementasinya masih terkendala efisiensi anggaran.

“Minimal ada dukungan transport untuk kader. Mudah-mudahan ke depan bisa direalisasikan, karena peran mereka sangat penting,” tambah politisi PKS itu.

Sementara itu, Lurah Gunung Sari Ulu, Rendra Hermawan, mengapresiasi pelaksanaan reses tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil rakyat.

“Kehadiran Ibu Hj. Iim menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan. Ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Rendra juga menyoroti pentingnya edukasi kearsipan di tengah era digitalisasi. Ia menyebut, pemerintah saat ini telah menerapkan sistem arsip digital, namun belum sepenuhnya menjangkau masyarakat hingga tingkat RT dan kader.

“Dengan perkembangan teknologi, sebenarnya masyarakat bisa mulai menyimpan arsip secara digital melalui ponsel. Ini perlu didorong agar sistem kearsipan bisa lebih tertata dan mudah diakses,” pungkasnya. (adv/man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)