Keterangan Gambar : Anggota Dewan Balikpapan, Iim.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim, mendorong pemerintah daerah bersama masyarakat untuk menginisiasi pameran kearsipan sebagai upaya mengangkat kembali sejarah dan memori kolektif kota.
Menurutnya, Balikpapan memiliki banyak potensi arsip berharga, baik berupa dokumen, foto, maupun karya seni, yang hingga kini belum terkelola dan terdokumentasi dengan baik. Padahal, arsip-arsip tersebut memiliki nilai penting sebagai bagian dari perjalanan sejarah daerah.
“Balikpapan ini punya banyak cerita dan jejak sejarah. Tapi sayangnya, masih banyak arsip yang belum terdokumentasi dengan baik. Ke depan, kami ingin ada pameran kearsipan agar masyarakat bisa melihat dan mengingat kembali perjalanan kota ini,” ujar Iim usai menggelar kegiatan reses masa sidang II di halaman kantor Kelurahan Gunung Sari Ulu, Rabu (29/4/2026).
Ia mencontohkan, pada masa lalu kawasan Klandasan dikenal sebagai ruang ekspresi seni, di mana para seniman kerap memamerkan karya lukis di depan pertokoan.
Menurutnya, jejak-jejak seperti ini perlu dihidupkan kembali melalui pendekatan kearsipan yang lebih kreatif dan menarik.
Iim menilai, keterlibatan berbagai pihak sangat penting dalam mewujudkan hal tersebut, mulai dari komunitas seni, pegiat arsip, hingga kalangan media. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengemas arsip menjadi sesuatu yang lebih hidup dan mudah diterima masyarakat.
“Insan seni, komunitas, dan juga wartawan perlu dirangkul. Arsip ini tidak harus kaku, tapi bisa dikemas secara kreatif, bahkan bernuansa seni agar lebih menarik,” jelas politisi PKS itu.
Ia menambahkan, langkah awal yang bisa dilakukan adalah mendorong masyarakat untuk mulai tertib dalam menyimpan arsip keluarga, seperti foto lama, dokumen penting, hingga catatan peristiwa bersejarah di lingkungan masing-masing.
Ke depan, Iim berharap pameran kearsipan tidak hanya menampilkan dokumen formal, tetapi juga merekam berbagai peristiwa penting, seperti penanganan stunting maupun pengalaman masyarakat saat pandemi COVID-19.
“Dari hal kecil dulu, seperti arsip keluarga. Nanti bisa berkembang menjadi arsip kota yang lebih besar dan dipamerkan. Ini penting untuk menjaga identitas dan sejarah Balikpapan,” pungkasnya. (adv/man)
Tulis Komentar