Iklan Dua

Tiga Sekretariat Ormawa UINSI Samarinda Jadi Sasaran Perusakan OTK, Kaca dan Elektronik Rusak

$rows[judul]
Poroskaltim.com, SAMARINDA – Aksi perusakan oleh orang tak dikenal (OTK) menyasar tiga sekretariat organisasi mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Insiden yang diduga terjadi pada Jumat (16/10/2026) dini hari itu menyebabkan kaca pecah serta sejumlah perangkat elektronik mengalami kerusakan.



Tiga sekretariat yang menjadi sasaran perusakan masing-masing milik Gerakan Mahasiswa Pecinta Alam (GEMPA) UINSI, Unit Kegiatan Khusus (UKK) Pramuka dan HIMAKIPSI. 

Ketua GEMPA UINSI Samarinda, Muhammad Shufi, mengatakan perusakan itu diduga terjadi sekitar pukul 02.00 Wita.

Menurut Shufi, sejumlah anggota yang tinggal tidak jauh dari sekretariat segera menuju lokasi setelah menerima kabar adanya perusakan. Setibanya di lokasi, mereka mendapati kondisi sekretariat sudah rusak.

Sejumlah batu ditemukan di dalam ruangan. Selain kaca-kaca yang pecah, barang elektronik seperti komputer dan printer juga mengalami kerusakan.

Sebelum kejadian tersebut diketahui, Shufi menyebut pengurus, anggota, dan senior GEMPA UINSI Samarinda sempat menggelar diskusi untuk membahas agenda organisasi.

Namun, hingga kini, pihaknya belum mengetahui motif di balik perusakan tersebut.

“Untuk itu, kami juga tidak tahu motif pelaku perusakan ini,” kata Muhammad Shufi, Senin (19/10/2026).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Shufi bersama anggota GEMPA UINSI Samarinda berkomitmen mengawal proses penanganan kasus hingga tuntas. Mereka berharap pihak kampus dapat menindaklanjuti peristiwa tersebut secara serius.

“Tentunya kami akan mengawal pihak kampus untuk menyelesaikan kasus ini sampai tuntas,” ujarnya.

Shufi juga menyampaikan bahwa pihak kampus telah melaporkan peristiwa perusakan fasilitas tersebut kepada kepolisian.

GEMPA UINSI Samarinda turut mengecam aksi perusakan yang menyasar sekretariat organisasi mahasiswa tersebut. Mereka berharap kasus ini dapat diusut sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)