Iklan Dua

Sentuhan Humanis di Balik Pameran Alutsista Kodam VI/Mulawarman, TNI Ajak Generasi Muda Dekat dengan Negeri

$rows[judul] Keterangan Gambar : Warga tampak antusias mengabadikan momen ketika berfoto di depan salah satu armada perang TNI.

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN – Ada yang berbeda dari halaman Markas Kodam VI/Mulawarman pada Kamis (17/7/2025) pagi itu. Biasanya tampak tegas dan formal, kini berubah menjadi ruang penuh semangat dan rasa ingin tahu. Ratusan pelajar, mahasiswa, hingga warga umum datang silih berganti, penasaran ingin melihat dari dekat alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang dipamerkan oleh Kodam VI/Mulawarman.

Mereka tidak hanya melihat, tapi juga menyentuh, bahkan mencoba langsung kendaraan tempur dan senjata berat yang biasanya hanya terlihat di layar televisi. Kamera ponsel tak berhenti merekam momen langka ini. Bagi banyak pengunjung muda, ini bukan sekadar pameran tapi pengalaman pertama bersentuhan dengan dunia militer.

“Kami memang ingin anak muda merasa dekat dengan TNI. Mereka adalah generasi penerus yang perlu kita tanamkan semangat cinta tanah air sejak dini,” ujar Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo.

Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-67 Kodam VI/Mulawarman, yang tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Baja, Siap Mengawal Pembangunan Menuju Indonesia Emas.” Tema ini seolah menjawab tantangan zaman, di tengah geliat pembangunan besar-besaran, termasuk kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan.

Tak hanya memamerkan kekuatan militer, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi yang menginspirasi. Anak-anak muda diajak berdialog langsung dengan para prajurit. Mereka belajar tentang fungsi dan keunggulan tank Lembuswana hingga panser Anoa yang merupakan produk kebanggaan dalam negeri buatan PT Pindad.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami membangun kedekatan. TNI tidak hanya soal perang, tapi juga soal keberpihakan pada rakyat,” imbuh Kolonel Gatot.

Kepala Peralatan Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Cpl Antoni Pandapotan Sinaga menambahkan bahwa acara ini adalah wujud nyata pembinaan teritorial. 

“Ada pertukaran pengetahuan di sini. Kami belajar dari pendekatan sipil, dan masyarakat memahami lebih jauh peran kami. Ini bentuk simbiosis yang saling memperkuat,” jelasnya.

Lebih dari sekadar seremonial, HUT ke-67 Kodam VI/Mulawarman diwarnai pula dengan aksi nyata: donor darah, pengobatan gratis, penanaman mangrove, kunjungan ke para veteran, hingga Mulawarman Fest yang membuka panggung hiburan bagi seluruh masyarakat.

Dengan pendekatan yang lebih terbuka dan bersahabat, TNI menunjukkan bahwa kekuatan sejatinya tak hanya diukur dari senjata, tetapi juga dari kepercayaan dan cinta masyarakat yang terus dijaga. Di tengah pameran alat tempur, yang tumbuh justru benih harapan dan kedekatan antara tentara dan generasi masa depan bangsa. (man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)