Iklan Dua

BI Balikpapan Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Program DIGDAYA 2026

$rows[judul]

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas melalui transformasi digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop Onboarding DIGDAYA (Digitalisasi untuk Peningkatan Daya Saing) UMKM 2026.

Program ini menjadi bagian dari strategi Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, seiring besarnya kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi daerah, hingga potensi ekspor.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan perkembangan pasar digital dan perubahan pola konsumsi masyarakat pascapandemi menuntut pelaku UMKM untuk mampu beradaptasi dengan cepat. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital, termasuk artificial intelligence (AI), juga menjadi tantangan baru bagi pelaku usaha.

“UMKM saat ini menghadapi tantangan dalam transformasi digital, mulai dari keterbatasan kemampuan pemasaran online, kualitas konten promosi, hingga pemanfaatan teknologi dan data berbasis AI yang masih belum optimal,” ujarnya dalam keterangan rilis, Selasa (26/5/2026). 

Menurutnya, persaingan di platform digital dan marketplace juga semakin ketat, termasuk adanya perubahan algoritma penjualan hingga dinamika kebijakan platform yang berpotensi meningkatkan biaya usaha dan menekan margin pelaku UMKM.

Karena itu, penguatan kapasitas digital dinilai menjadi langkah penting agar UMKM mampu bertahan dan berkembang melalui diversifikasi kanal pemasaran, penguatan branding, efisiensi usaha, serta perluasan akses pasar.

Sebagai bentuk dukungan nyata, KPwBI Balikpapan menginisiasi Program Onboarding DIGDAYA UMKM 2026 yang resmi dimulai sejak 20 Mei 2026. Kegiatan diawali dengan workshop offline selama tiga hari pada 20–22 Mei 2026 di Kantor Perwakilan BI Balikpapan.

Program ini dirancang tidak hanya sebagai pelatihan singkat, tetapi menjadi rangkaian pembinaan berkelanjutan dan terstruktur untuk membangun ekosistem UMKM yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di era transformasi digital.

Dalam proses pelaksanaannya, BI Balikpapan menggandeng berbagai pihak, di antaranya Otorita Ibu Kota Nusantara, pemerintah daerah, korporasi besar pembina UMKM, serta sektor perbankan.

Sebanyak 160 UMKM mengikuti proses seleksi dan kurasi awal. Peserta berasal dari Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Paser, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dari jumlah tersebut, terpilih 44 UMKM yang dinilai memiliki potensi berkembang, komitmen kuat, serta kesiapan usaha untuk mengikuti Program DIGDAYA UMKM 2026.

Peserta yang lolos berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari makanan dan minuman olahan, fesyen, hingga produk kerajinan.

Selama pelaksanaan workshop, peserta mendapatkan materi penguatan kapasitas usaha dari praktisi dan pendamping profesional di bidang digitalisasi UMKM. Materi yang diberikan meliputi optimalisasi media sosial untuk bisnis, pengelolaan toko online di marketplace, strategi penjualan digital, business scale up, pemanfaatan program afiliasi, live selling, penggunaan AI untuk mendukung bisnis, legalitas usaha, hingga optimalisasi website.

Selain itu, peserta juga dibekali literasi keuangan bisnis guna mendukung keberlanjutan usaha. Tidak hanya materi klasikal, peserta turut mengikuti diskusi interaktif, praktik langsung, hingga presentasi scale up project agar mampu mengimplementasikan strategi digitalisasi secara nyata dalam bisnis sehari-hari.

Program DIGDAYA UMKM 2026 juga akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif pada Mei hingga Juni 2026 melalui online meeting dan sesi one-on-one coaching. Selanjutnya, pada periode Juli hingga Oktober 2026, BI Balikpapan bersama mitra pendamping akan melakukan monitoring berkala melalui monthly meeting guna mengevaluasi perkembangan usaha peserta.

Melalui program ini, BI Balikpapan menargetkan peningkatan literasi dan kapasitas digital UMKM, terbentuknya toko online aktif di marketplace dan media sosial, peningkatan penggunaan pembayaran digital QRIS, penguatan branding produk, hingga peningkatan transaksi penjualan melalui kanal digital.

Selain itu, program ini diharapkan mampu menciptakan UMKM yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki tata kelola usaha yang lebih baik, dan menjadi role model pengembangan UMKM digital di wilayah masing-masing.

"Ke depan, KPwBI Balikpapan akan terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama berbagai stakeholder dalam mendukung penguatan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan," tutup Robi. (*)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)