Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Simpang Agung Tunggal selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kepadatan kendaraan di Kota Balikpapan. Lokasinya yang strategis, menghubungkan kawasan Perumahan Balikpapan Baru dengan Jalan MT Haryono melalui Jalan Agung Tunggal, menjadikannya jalur alternatif favorit bagi para pengendara.
Untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut. Kebijakan ini resmi diberlakukan pada Jumat (3/4/2026), setelah sebelumnya dilakukan pemasangan water barrier pada Rabu (2/4/2026) malam sebagai tahap awal.
Langkah ini pun mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan. Wakil Ketua Komisi III, Halili Adinegara, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Dishub tersebut. Menurutnya, rekayasa lalu lintas ini merupakan upaya yang tepat dalam mengurangi potensi kemacetan di Simpang Agung Tunggal.
“Saya rasa program dari Dishub ini kita dukung sambil melihat perkembangan ke depannya. Harapannya tentu agar arus lalu lintas di Balikpapan bisa lebih lancar semuanya, karena masyarakat kita membutuhkan itu," ujar Halili saat ditemui di kediamannya, Wonorejo, RT 51, Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Sabtu (4/4/2026).
Meski demikian, pria yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Balikpapan ini menekankan pentingnya evaluasi terhadap dampak pengalihan arus, khususnya dari arah Telkom dan belokan menuju Agung Tunggal. Hal ini untuk memastikan apakah rekayasa yang diterapkan benar-benar efektif atau justru menimbulkan titik kemacetan baru.
Halili juga menyoroti kondisi akses keluar-masuk kendaraan, terutama roda empat, yang dinilai masih berpotensi menimbulkan kepadatan karena lebar jalan yang terbatas.
Oleh karena itu, ia menilai kebijakan ini masih berada pada tahap uji coba dan perlu dikaji secara menyeluruh sebelum diputuskan menjadi kebijakan permanen.
"Saya rasa ini masih tahap percobaan, kalau memungkinkan, bisa juga belokan itu di tutup permanen," ujarnya.
Selain itu, ia pun membuka peluang untuk mengusulkan pemasangan lampu lalu lintas di persimpangan ke arah menuju kawasan Balikpapan Baru dan belokan Bjbj, atau tepatnya di depan kawasan Resto Kopi Tiam sebagai solusi tambahan dalam mengatur arus kendaraan.
“Ke depan akan kita usulkan ke Dinas Perhubungan terkait kemungkinan pemasangan lampu lalu lintas,” pungkas Halili. (adv/man)
Tulis Komentar