Iklan Dua

Pembangunan Sekolah Terpadu di Islamic Center Balikpapan Ditunda, DPRD Harap Terealisasi 2027

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali.

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Pengadaan sekolah terpadu yang direncanakan dibangun di kawasan Masjid Islamic Center, Kecamatan Balikpapan Selatan, dipastikan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Pemerintah Kota Balikpapan menunda proyek tersebut karena keterbatasan anggaran.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, menjelaskan bahwa pada awalnya kawasan Islamic Center dirancang menjadi pusat pendidikan terpadu yang mencakup berbagai jenjang, mulai dari PAUD/TK, SD, hingga SMP. Bahkan, untuk jenjang SMA direncanakan mendapat dukungan dari pemerintah provinsi.

“Memang dalam perencanaan, kawasan Islamic Center akan menjadi lokasi pendidikan terpadu, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Untuk SMA, informasinya tetap berjalan karena merupakan kewenangan provinsi,” ujar Gasali saat ditemui di ruang kerjanya, kantor DPRD Kota Balikpapan, Senin (27/4/2026).

Namun demikian, pembangunan sekolah terpadu yang menjadi kewenangan pemerintah kota harus ditunda. Gasali menyebut, kondisi keuangan daerah menjadi faktor utama yang mempengaruhi penjadwalan ulang proyek tersebut.

“Khusus yang di Islamic Center untuk sementara ditunda. Harapan kita, mudah-mudahan pada 2027 sudah bisa direalisasikan, tentu dengan melihat kondisi keuangan daerah ke depan,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah kota memprioritaskan penyelesaian pembangunan SMP Negeri 29 di kawasan Grand City, Balikpapan Utara, yang sudah memasuki tahap lelang.

“Fokus kita saat ini menyelesaikan pembangunan SMP 29 terlebih dahulu. Targetnya selesai pada Desember 2026 sesuai tahun anggaran, sehingga bisa dimanfaatkan pada 2027,” katanya.

Selain itu, DPRD Balikpapan juga terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait guna memastikan kesiapan teknis, termasuk dalam hal penerimaan peserta didik dan sarana pendukung lainnya.

“Kami juga sudah melakukan rapat dengar pendapat dengan dinas terkait untuk memastikan kesiapan, baik dari sisi teknis maupun sistem penerimaan siswa. Ini penting agar ketika sekolah sudah selesai, bisa langsung dimanfaatkan secara optimal,” pungkas Gasali. (adv/man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)