Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan bersiap menggelar Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026 sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam memperkuat fondasi ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser, serta mendukung peran strategis kawasan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
PESAN 2026 merupakan bagian dari rangkaian strategis menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, yang menjadi agenda nasional pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Mengusung tema “Sinergi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing,” kegiatan utama PESAN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 bertempat di Main Atrium Pentacity Mall, Balikpapan.
PESAN 2026 akan menghadirkan rangkaian kegiatan yang komprehensif dan inklusif, meliputi showcase UMKM halal, talkshow tematik, workshop penguatan kapasitas pelaku usaha, serta berbagai kompetisi dan lomba kreatif berbasis ekonomi syariah.
"Kegiatan ini melibatkan UMKM binaan, mitra strategis, komunitas pesantren, akademisi, serta masyarakat luas, dengan fokus pada peningkatan literasi dan penguatan daya saing pelaku usaha syariah," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, dalam temu media yang digelar di Warkop Agam Medan, Kamis (7/5/2026).
Robi mengatakan, sejumlah agenda unggulan yang akan diselenggarakan antara lain talkshow wakaf produktif, halal entrepreneurship, strategi kemandirian ekonomi pesantren, serta peluang ekspor produk halal. Selain itu, akan digelar workshop branding dan kemasan produk halal, serta beragam lomba seperti kompetisi konten kreatif ekonomi syariah, lomba khutbah ekonomi syariah, hingga kompetisi kuliner halal dan thayyib.
"PESAN 2026 juga menjadi momentum untuk menampilkan berbagai capaian program ekonomi syariah di wilayah kerja Bank Indonesia Balikpapan, antara lain penyerahan sertifikasi halal bagi UMKM, penandatanganan kerja sama pembiayaan syariah, serta
penguatan program kemandirian ekonomi pesantren," ungkapnya.
Sebagai inovasi penguatan keuangan sosial syariah, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan inisiatif lelang wakaf produktif guna mendorong pemanfaatan dana sosial syariah yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Sebelumnya, dalam rangkaian Road to PESAN 2026, Bank Indonesia Balikpapan telah melaksanakan berbagai kegiatan pendukung seperti pelatihan UMKM, fasilitasi pembiayaan syariah, pendampingan sertifikasi halal, serta capacity building pengelolaan wakaf produktif.
"Langkah ini diharapkan dapat memastikan kesiapan pelaku usaha dan pemangku kepentingan dalam memanfaatkan momentum PESAN secara maksimal," harap Robi.
Sebagai bank sentral, Bank Indonesia tidak hanya bertugas menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan, tetapi juga berperan sebagai katalisator pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, termasuk melalui penguatan halal value chain dan akselerasi keuangan sosial syariah seperti zakat dan wakaf produktif.
"Melalui penyelenggaraan PESAN 2026, Bank Indonesia Balikpapan berharap dapat memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, serta menjadikan wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser sebagai kawasan yang semakin berdaya saing dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional, khususnya dalam kerangka pembangunan Ibu Kota Nusantara," tutup Robi. (*)
Tulis Komentar