Keterangan Gambar : Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, Ari Sanda.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Sekretaris Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Ari Sanda, menyoroti kinerja Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) yang dinilai belum optimal dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Sorotan tersebut disampaikan Ari menyusul banyaknya keluhan warga, khususnya di wilayah Balikpapan Barat, terkait distribusi air yang tidak lancar hingga kualitas air yang dinilai kurang layak.
“Keluhan masyarakat masih sama, air sering tidak mengalir dan kualitasnya juga kurang baik. Ini harus menjadi perhatian serius bagi manajemen,” ujar Ari saat ditemui di RT 30, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, Minggu (19/4/2026).
Ia menegaskan, sebagai perusahaan daerah yang memegang peran vital dalam penyediaan air bersih, PTMB atau PDAM dituntut lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ari Sanda bahkan mengingatkan agar jajaran pimpinan tidak hanya berada di balik meja, tetapi turun langsung melihat kondisi di lapangan.
“Pimpinan harus mendengar langsung keluhan warga. Jangan hanya nyaman di posisi, tapi tidak merasakan apa yang dialami masyarakat,” tegas Dewan Dapil Balikpapan Barat itu.
Meski demikian, Ari tetap memberikan apresiasi terhadap upaya peremajaan jaringan pipa yang saat ini mulai dilakukan oleh PTMB. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan adanya upaya perbaikan, meski belum sepenuhnya menjawab persoalan yang ada.
“Peremajaan pipa ini patut diapresiasi. Artinya ada kerja nyata. Tapi yang lebih penting adalah kebijakan jangka panjang dan langkah konkret ke depan,” jelasnya.
Ari juga menyoroti tantangan meningkatnya jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan ketersediaan air baku. Ia menilai, ketergantungan pada sumber air hujan tidak bisa lagi dijadikan alasan utama dalam menghadapi krisis air di masa mendatang.
Sebagai alternatif, politisi PPP ini pun mendorong pemerintah untuk mulai mengkaji teknologi desalinasi air laut menjadi air tawar, seperti yang telah diterapkan oleh sektor pihak swasta.
Hal tersebut menjadi acuannya setelah ia mengunjungi PT KRN beberapa waktu lalu.
“Kita harus berani mencari solusi baru. Teknologi desalinasi bisa jadi opsi. Kalau swasta seperti KRN bisa melakukannya, pemerintah seharusnya juga mampu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, realisasi solusi tersebut sangat bergantung pada komitmen pemerintah dalam penganggaran. Menurutnya, investasi bertahap dalam beberapa tahun dapat menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan air bersih secara menyeluruh di Balikpapan.
“Semua kembali pada keseriusan pemerintah. Dengan perencanaan dan anggaran yang tepat, persoalan air ini sebenarnya bisa diselesaikan secara bertahap,” pungkasnya. (adv/man)
Tulis Komentar