Iklan Dua

BI Balikpapan Buka Jalan UMKM Lokal Go Global, Dorong Produk Tembus Pasar Mancanegara

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Bank Indonesia (BI) Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bisa bersaing di pasar global. 

Ya, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, Minggu (24/8/2025). Ia menyampaikan bahwa pihaknya membuka peluang seluas-luasnya bagi UMKM lokal untuk mempromosikan produk unggulan ke mancanegara.

“Selama ini banyak produk UMKM yang sebenarnya memiliki kualitas ekspor. BI hadir untuk memberikan pendampingan, pelatihan, hingga membuka akses agar produk lokal bisa dikenal luas, bukan hanya di pasar domestik, tapi juga internasional,” ujar Robi Ariadi dalam bincang diskusi bersama media.

Robi Ariadi mencontohkan bagaimana salah satu pelaku usaha kopi di Balikpapan mampu mengembangkan usahanya meski tidak memiliki perkebunan kopi sendiri. 

Seperti, kata dia, kopi Delkoff yang kini telah dikurasi oleh Bank Indonesia. Menariknya, brand itu menjalankan usaha dengan metode hilirisasi, yakni dengan mengambil bahan baku dari Enrekang, Temanggung hingga ke Lampung.

Dengan begitu, produk tersebut mampu menghadirkan produk olahan kopi khas Balikpapan yang kini sudah merambah ke luar negeri, termasuk ke Kopenhagen, Denmark.

Adapun dukungan BI Balikpapan yakni salah satunya dengan memfasilitasi segala dokumen pendukung untuk mempermudah perjalanan kopi Delkoff ke market internasional.

Menurut Robi Ariadi, BI secara rutin menggelar program pelatihan capacity building bagi UMKM. Dalam pelatihan tersebut, pelaku usaha diberi pemahaman mulai dari cara meningkatkan kualitas produksi, pengurusan perizinan ekspor, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran internasional.

“Setiap tahun kami melaksanakan pelatihan kewirausahaan bagi UMKM, tidak hanya untuk memperkuat daya saing lokal, tapi juga menyiapkan mereka agar siap ekspor. Kendala seperti skala produksi dan keterbatasan akses pasar kita dorong solusinya, baik melalui kerja sama langsung maupun lewat agregator ekspor,” jelas Robi Ariadi.

Ia menambahkan, dukungan BI tidak berhenti pada pelatihan. Pihaknya juga aktif membuka jejaring dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, perbankan, hingga lembaga ekspor, agar UMKM lokal bisa menembus pasar mancanegara dengan lebih mudah.

“Harapan kami, UMKM Balikpapan tidak hanya berjaya di kota sendiri, tetapi juga mampu menunjukkan daya saing di tingkat global. Dengan kualitas dan kerja sama yang baik, produk lokal bisa menjadi kebanggaan Indonesia di dunia internasional,” pungkas Robi Ariadi. (man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)