Iklan Dua

Baznas Kaltim Gelar Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Langit-langit, 27 Anak Jalani Operasi Gratis

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ahmad Nabhan (empat dari kiri) saat memberikan bantuan secara simbolis kepada dua anak penderita celar bibir. Kamis (15/1), puluhan anak ini akan segera dioperasi untuk dikembalikan kepercayaan dirinya.

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menunjukkan komitmennya di bidang kemanusiaan dengan menggelar Bakti Sosial Paripurna Operasi Celah Bibir dan Langit-langit bagi puluhan anak di Kalimantan Timur yang membutuhkan penanganan medis.

Program yang mengangkat tema "Satu Senyuman, Sejutan Harapan Anak Kaltim" ini merupakan kegiatan tahun keempat yang dilaksanakan Baznas Kaltim. Pada tahun 2026 ini, pelaksanaannya untuk pertama kali digelar di Kota Balikpapan dengan menggandeng RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) sebagai rumah sakit rujukan.


Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, H.M. Syirajudin, di Skylounge Hotel Platinum Balikpapan, pada Rabu malam (14/1/2026). 

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr. H. Jaya Mualimin, Ketua Baznas Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Plt Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo drg. Ahmad Jais, Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Balikpapan Andi Sri Juliarty, Kemenag Balikpapan Masrivani, tokoh agama, ulama, serta sejumlah pihak terkait dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Ketua Baznas Provinsi Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kemanusiaan Baznas, yang menjadi salah satu dari lima program utama selain pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta advokasi dan dakwah.

“Pada tahun 2022 kami memulai dengan 20 anak, kemudian meningkat menjadi 40 anak di tahun 2023, dan 58 anak pada 2024. Dari jumlah tersebut, enam anak nonmuslim tetap kami bantu karena ini murni program kemanusiaan. Untuk anak muslim dibiayai dari dana zakat, sedangkan nonmuslim dari dana infak,” jelasnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, tercatat 29 anak mendaftar untuk mengikuti operasi. Namun, tiga di antaranya harus menunda karena kondisi kesehatan, sehingga total peserta yang akan menjalani tindakan medis berjumlah 27 anak.

Ahmad Nabhan menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah mengembalikan rasa percaya diri anak-anak agar tidak merasa minder akibat kondisi fisik yang dialami. Ia mencontohkan seorang anak bernama Rahmawati dari Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara yang sempat berniat berhenti sekolah karena rasa malu, namun kembali bersemangat melanjutkan pendidikan setelah menjalani operasi pada 2023.

“Jangan sampai karena kondisi celah bibir atau langit-langit ini, anak-anak putus sekolah dan masa depannya menjadi suram. Setelah diperbaiki, mereka lebih percaya diri, bisa bersekolah, bahkan kelak mendapatkan pekerjaan yang layak,” ujarnya.

Ia menambahkan, biaya operasi celah bibir dan langit-langit di rumah sakit bisa mencapai Rp6 juta hingga Rp16 juta per anak, tergantung tingkat kerumitan tindakan medis. Melalui program ini, seluruh biaya ditanggung Baznas, mulai dari pemeriksaan medis, tindakan operasi, akomodasi hotel, transportasi pasien dan dua pendamping dari daerah asal, hingga uang saku sebesar Rp1 juta.

“Pengalaman tahun lalu, untuk 58 anak kami mengucurkan dana sekitar Rp1 miliar. Biaya terbesar berasal dari tindakan medis. Karena itu, total anggaran tahun ini belum bisa dipastikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, drg. Ahmad Jais, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Baznas Kaltim atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga membawa harapan, senyuman, dan semangat baru bagi anak-anak serta keluarga mereka. Celah bibir dan langit-langit bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga berdampak pada psikososial, tumbuh kembang, gizi, hingga kemampuan bicara,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa RSKD Balikpapan akan memberikan pelayanan terbaik dengan melibatkan tim medis profesional, termasuk dokter spesialis anak, spesialis anestesi, serta spesialis bedah plastik rekonstruksi.

“Kami juga berharap kerja sama yang baik dari para orang tua pasien, terutama dalam mengikuti arahan tenaga kesehatan, termasuk perawatan pascaoperasi, agar hasil yang dicapai benar-benar optimal,” tambahnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, H.M. Syirajudin, mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat luar biasa dan memberikan manfaat besar bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Kami berharap program ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut dan meningkat pada tahun-tahun mendatang,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr. H. Jaya Mualimin menambahkan, bahwa angka celah bibir masih cukup tinggi di Provinsi Kaltim, yakni sekitar 0,9 persen dari jumlah kelahiran. 

"Ini masih menjadi kepedulian kami, sehingga kita harus kompak bersama mencegah dengan mengupayakan kelahiran normal ibu-ibu untuk anak-anak kita. Dan Kita harus terus menjaga generasi kita hidup sehat sebagai tonggak masa depan kita," tutupnya. (man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)