Iklan Dua

Astra Motor Kaltim 1 Bidik Penjualan 5.000 Unit per Bulan, Peminat Stylo Kian Ramai

$rows[judul] Keterangan Gambar : Region Head Astra Motor Kaltim 1, Thomas Pradu.

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Meski kondisi ekonomi Kalimantan Timur dinilai belum sepenuhnya stabil, Astra Motor Kaltim 1 tetap optimistis menjaga performa bisnis otomotif roda dua di wilayahnya. Perusahaan bahkan menargetkan penjualan tidak kurang dari 5.000 unit sepeda motor setiap bulan di seluruh area Kaltim 1.


Jajaran Astra Motor Kaltim 1 berfoto bersama dalam pembukaan Journalist Competition 2026.

Hal tersebut disampaikan Region Head Astra Motor Kaltim 1, Thomas Pradu, saat memberikan gambaran kondisi pasar otomotif roda dua di tengah perlambatan ekonomi dan tantangan global yang masih dirasakan hingga 2026.

Menurut Thomas, penjualan Honda saat ini masih didominasi lini skutik, terutama Beat Series dan Scoopy. Sementara itu, Honda Stylo juga mulai menunjukkan tren positif dan menjadi salah satu produk yang paling diminati masyarakat, khususnya kalangan muda.

“Stylo sekarang jadi salah satu produk yang paling ramai peminatnya hampir di semua area. Karena itu kami akan meningkatkan intensitas pemasaran sekaligus memastikan ketersediaan unit di jaringan kami,” ujarnya saat menghadiri pembukaan Journalist Competition 2026 yang digelar Astra Motor Kaltim 1 di Nara Kafe, Sabtu (9/5/2026).

Thomas menjelaskan, Astra Motor Kaltim 1 terus menyesuaikan strategi penjualan dengan kondisi pasar yang dinamis. Honda memiliki segmentasi produk mulai dari kelas low hingga high, sehingga perusahaan berupaya memetakan wilayah mana yang masih memiliki potensi pertumbuhan positif.

Untuk varian entry level seperti Honda Beat, strategi pembiayaan kredit menjadi fokus utama perusahaan. Pasalnya, tren pembelian tunai atau cash dinilai tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya akibat kondisi ekonomi masyarakat yang lebih berhati-hati dalam berbelanja.

“Kami melihat kondisi market sekarang berbeda dibanding tahun lalu. Untuk tipe low segment seperti Beat, kami akan lebih fokus memperbesar market kredit,” katanya.

Tak hanya berfokus pada penjualan, Astra Motor Kaltim 1 juga menempatkan layanan purna jual sebagai bagian penting dalam ekosistem bisnis perusahaan. Menurut Thomas, kepuasan pelanggan harus dibangun sejak proses pembelian hingga layanan servis kendaraan.

“Kami tidak melihat AHASS atau servis hanya sebagai bisnis pendukung. Semuanya adalah satu ekosistem yang saling berkaitan. Kekuatan kami ada pada bagaimana menciptakan kepuasan pelanggan mulai dari membeli sampai servis motornya,” jelasnya.

Thomas mengakui, kondisi ekonomi Kalimantan Timur saat ini belum sebaik satu hingga dua tahun lalu. Perlambatan sejumlah sektor, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang belum berjalan maksimal serta persoalan distribusi BBM, turut memengaruhi daya beli masyarakat dan aktivitas bisnis.

Namun demikian, Astra Motor Kaltim 1 tetap melihat pasar sepeda motor masih memiliki peluang yang bisa dioptimalkan. Berbagai program pemerintah seperti MBG dinilai dapat menjadi salah satu pendorong pergerakan ekonomi daerah ke depan.

“Memang kondisinya belum terlalu favorable, bukan hanya untuk Honda tapi hampir semua sektor bisnis juga terdampak. Tapi kami tetap berupaya agar penjualan minimal bisa bertahan dan tidak lebih rendah dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Thomas menyebut tren pasar otomotif kini semakin bergeser ke generasi muda, khususnya Gen Z. Jika sebelumnya kontribusi konsumen muda berada di kisaran 30 persen, kini angkanya mendekati 40 persen.

Kondisi tersebut membuat Astra Motor Kaltim 1 mulai menyesuaikan strategi pemasaran agar lebih relevan dengan karakter generasi muda, baik melalui aktivitas promosi maupun pendekatan digital dan kreatif.

“Sekarang segmentasi pasar sudah mulai bergeser ke Gen Z. Karena itu kami harus menyiapkan aktivitas dan strategi yang lebih relevan dengan kebutuhan mereka,” pungkasnya. (man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)