poroskaltim.com, BALIKPAPAN – Fenomena hujan debu yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kota Balikpapan mendapat perhatian serius dari Aliansi Peduli Balikpapan. Organisasi masyarakat tersebut menyoroti dampak debu yang disebut-sebut berasal dari aktivitas industri dan berpotensi mengganggu kesehatan warga.
Koordinator Aliansi Peduli Balikpapan, Edi Banjar, bersama Ketua DPC Gardasikat Zulkifli, Ketua Aliansi Tajam Akmal, serta Ketua PAC Tengah Gardasikat Agus Feriansyah (Achay), mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap debu halus yang belakangan terlihat menempel pada kendaraan, halaman rumah, hingga fasilitas umum.
Menurut informasi yang beredar di masyarakat, kemunculan debu tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas Cut In Feed RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) di kilang Pertamina. Debu yang muncul disebut memiliki warna krem hingga putih tulang, terasa licin namun kesat saat disentuh, dan diduga merupakan partikel zeolit atau alumina yang digunakan dalam proses pengolahan di unit RFCC.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami meminta agar pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai sumber debu yang tersebar di beberapa kawasan Balikpapan serta langkah-langkah mitigasi yang dilakukan,” ujar Edi Banjar.
Aliansi Peduli Balikpapan juga mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
Selain itu, warga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari paparan debu yang berpotensi menyebabkan iritasi mata, gangguan saluran pernapasan, maupun gatal-gatal pada kulit.
Ketua DPC Gardasikat Balikpapan, Zulkifli, mengatakan masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas agar tidak terjadi kepanikan. Menurutnya, transparansi dari pihak terkait sangat penting untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman.
Sementara itu, Akmal selaku Ketua Aliansi Tajam meminta instansi terkait segera melakukan pemantauan kualitas udara dan menyampaikan hasilnya kepada publik. “Masyarakat berhak mengetahui kondisi udara yang mereka hirup setiap hari,” tegasnya.
Dalam imbauannya, aliansi juga mengingatkan masyarakat agar tidak membersihkan debu yang menempel pada kendaraan menggunakan lap kering karena dapat menyebabkan goresan pada permukaan cat. Warga disarankan membilas kendaraan dengan air mengalir terlebih dahulu sebelum dikeringkan.
Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk sementara waktu tidak menjemur pakaian di ruang terbuka guna menghindari menempelnya partikel debu pada serat kain.
Aliansi Peduli Balikpapan berharap pihak perusahaan dan pemerintah dapat segera memberikan penjelasan resmi terkait fenomena hujan debu tersebut, sekaligus memastikan bahwa aktivitas industri yang berlangsung tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan masyarakat Kota Balikpapan. (rud)
Tulis Komentar