Keterangan Gambar : Foto diambil dari cctv tempat kejadian perkara (tkp)
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 017 Balikpapan Timur berinisial MA (31) diduga menjadi korban pengeroyokan setelah menegur seorang siswa yang kedapatan merokok saat masih mengenakan seragam sekolah. Peristiwa tersebut kini tengah ditangani Polsek Balikpapan Timur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu berlangsung pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 13.20 Wita di Jalan Lapangan Tembak Lambada, RT 33, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur. Sementara itu, Unit Intelkam Polsek Balikpapan Timur melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) pada Rabu (22/7/2026) terkait dugaan tindak pidana tersebut.
Korban diketahui bernama Muh. Afdal, kelahiran Batu-Batu, 16 April 1995, yang berprofesi sebagai guru di SDN 017 Balikpapan Timur dan berdomisili di Perum Neo Lambada, Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Timur AKP M. Chusen membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan sedang melakukan penyelidikan.
“Laporan korban telah kami terima. Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap korban maupun pihak-pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut,” ujar AKP M. Chusen, Jumat (24/7/2026).
Dari hasil penelusuran awal kepolisian, peristiwa bermula ketika korban melintas di Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip. Saat itu korban melihat seorang siswa yang masih mengenakan seragam sekolah mengendarai sepeda motor sambil merokok.
Korban kemudian memberikan teguran secara lisan agar siswa tersebut tidak merokok saat masih memakai seragam sekolah. Namun, teguran tersebut diduga tidak diterima dengan baik oleh siswa yang bersangkutan.
Menurut hasil penyelidikan, siswa tersebut sempat menjawab, “Kenapa kamu tegur saya? Orang tua saya saja tidak pernah marahi saya.”
Situasi sempat menarik perhatian warga sekitar sehingga korban memilih meninggalkan lokasi untuk menghindari keributan.
Menurut hasil pulbaket, korban kemudian diikuti oleh tiga orang siswa bersama orang tua salah satu siswa serta seorang kerabat yang disebut sebagai paman siswa hingga ke Jalan Lapangan Tembak Lambada.
Sesampainya di lokasi, korban disebut berupaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan menyampaikan permohonan maaf apabila tegurannya menimbulkan kesalahpahaman, sekaligus menjelaskan bahwa dirinya hanya menegur secara lisan serta tidak pernah melakukan pemukulan terhadap siswa.
Meski demikian, siswa tersebut disebut mengaku kepada orang tuanya telah dipukul oleh korban. Tuduhan itu dibantah oleh korban yang kembali menegaskan tidak melakukan tindakan kekerasan.
Situasi kemudian memanas setelah salah seorang siswa diduga mengucapkan, “Banyak betul omonganmu.” Tak lama kemudian, paman siswa tersebut diduga memukul korban dan aksi itu diikuti oleh tiga orang siswa lainnya hingga berujung dugaan pengeroyokan.
Dugaan pengeroyokan itu juga sempat direkam dan videonya beredar di media sosial.
Kepolisian juga mengungkapkan bahwa perempuan yang terlihat dalam video merupakan istri korban, Roslindah, yang berprofesi sebagai guru Sosiologi di SMA Negeri 7 Balikpapan. Saat kejadian, ia disebut berupaya melerai keributan.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat. Berdasarkan hasil pendalaman sementara, salah satu terduga pelaku diketahui merupakan seorang pelajar berinisial F, sedangkan identitas terduga pelaku lainnya masih dalam proses penyelidikan.
Korban kini menjalani pemeriksaan medis atau visum. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap korban maupun sejumlah pihak terkait guna mengungkap secara utuh kronologi peristiwa.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyimpulkan perkara sebelum proses hukum selesai. Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan seluruh pihak yang diduga terlibat tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. (man)
Tulis Komentar