poroskaltim.com, BALIKPAPAN – Capaian pendapatan daerah Kota Balikpapan yang
menembus angka lebih dari Rp1 triliun menarik perhatian daerah lain. Salah
satunya DPRD Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang melakukan kunjungan kerja
(kunker) untuk menggali strategi penguatan pendapatan asli daerah (PAD)
sekaligus memperdalam tata kelola pemerintahan.
Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Tana Toraja,
Leonardus Tallupadang, berlangsung di Ruangan Komisi IV DPRD Balikpapan, Selasa (21/4/2026). Dalam
pertemuan tersebut, rombongan yang diterima oleh Anggota DPRD Balikpapan, Swardi Tandiring,
tidak hanya membahas peningkatan PAD, tetapi juga menyoroti penguatan
kelembagaan hingga pengelolaan aset daerah.

Leonardus mengaku terkesan dengan kemampuan Balikpapan dalam
mengelola keuangan daerah secara optimal. Ia menyebut perbandingan antara
pendapatan Balikpapan dan APBD Tana Toraja menjadi pemicu bagi daerahnya untuk
berbenah.
“Kami cukup terkejut melihat pendapatan daerah Balikpapan
yang bisa melampaui Rp1 triliun,. Ini jadi motivasi kami untuk memperbaiki
sistem yang ada,” ujarnya.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah
penerapan sistem digital dalam pengelolaan keuangan. Menurut Leonardus,
digitalisasi berperan penting dalam meningkatkan transparansi sekaligus
meminimalkan potensi kebocoran anggaran.
“Banyak sistem di sini sudah berbasis elektronik. Ini sangat
penting untuk mencegah kebocoran, dan kami berharap bisa mengadopsinya di Tana
Toraja,” tambahnya.
Selain itu, diskusi juga mengerucut pada pengelolaan Badan Keuangan
dan Aset Daerah (BKAD), mulai dari regulasi, administrasi hingga sistem
pengawasan. DPRD Tana Toraja ingin memahami secara rinci bagaimana Balikpapan
mengelola aset agar dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pembangunan.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Swardi Tandiring,
menjelaskan bahwa pembahasan dalam kunker tersebut tidak hanya bersifat
konseptual, tetapi juga menyentuh aspek teknis di lapangan.
“Ini bukan sekadar teori kelembagaan, tapi juga bagaimana
implementasinya, mulai dari tata kelola hingga mekanisme operasional yang berjalan,”
jelasnya. (adv/rud)
Tulis Komentar