Iklan Dua

Dari Ruang Kelas ke Kesadaran Sehat, Pelajar SMK Pangeran Antasari Dibekali Edukasi HIV dan TBC

$rows[judul]

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Suasana Aula SMK Pangeran Antasari tampak berbeda pada Kamis (27/11/2025). Bukan hanya dipenuhi tawa khas remaja, ruangan itu juga menjadi saksi tumbuhnya kesadaran baru tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mengenali ancaman penyakit menular.

Puluhan siswa dari berbagai jurusan mengikuti kegiatan edukasi kesehatan yang menghadirkan tenaga medis UPTD Puskesmas Mekar Sari, dr. Siti Fatimah. 

Dalam kegiatan yang difasilitasi PLN Nusantara Power Kaltimra tersebut, para pelajar diajak memahami lebih dekat bahaya HIV/AIDS dan Tuberkulosis (TBC), dua penyakit yang kini semakin mengintai kelompok usia produktif.

Dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami, dr. Siti menyampaikan bahwa lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat yang rentan terhadap penularan TBC. Interaksi intens, kebiasaan berkumpul, serta ruang tertutup berpotensi mempercepat penyebaran bakteri melalui percikan ludah.

“Remaja perlu tahu bahwa TBC sangat mudah menular. Dari hal sederhana seperti batuk tanpa masker di tempat ramai saja sudah bisa membahayakan orang lain,” ungkapnya di hadapan para siswa.

Tak hanya itu, materi HIV/AIDS turut menjadi perhatian utama. Para siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga pergaulan dan menghindari perilaku berisiko yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan dan masa depan mereka.

Respons positif pun datang dari pihak sekolah. Waka Kesiswaan SMK Pangeran Antasari, Ica Krismaya Santi, menilai kegiatan ini penting sebagai penguat pendidikan karakter dan kesehatan remaja. 

Ia berharap siswa tidak hanya memahami, tetapi juga menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.

Kesan mendalam juga dirasakan Febry Dwiyanti, siswi kelas XII jurusan TKJ. Menurutnya, kegiatan ini membuka wawasan baru yang sebelumnya belum pernah ia ketahui secara detail.

“Penjelasannya gampang dimengerti, saya jadi lebih tahu tentang gejala dan cara penanganan TBC dan HIV. Ilmu ini juga ingin saya bagikan ke teman dan keluarga,” tuturnya.

Melalui edukasi semacam ini, sekolah tak hanya menjadi tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga ruang pembentukan kesadaran hidup sehat. Sebuah bekal penting bagi generasi muda untuk melangkah lebih kuat dan terarah menuju masa depan. (man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)