Keterangan Gambar : Budi Widiyanto saat memaparkan site plan pembangunan Grand City Samarinda yang ditargetkan Launching pada Oktober mendatang.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Sinar Mas Land terus memperluas pengembangan kota mandiri di Indonesia dengan meluncurkan Grand City Samarinda, township pertama di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kehadiran kawasan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan hunian berkualitas sekaligus menangkap potensi pertumbuhan ekonomi di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian Kota Samarinda menunjukkan pertumbuhan yang positif, didorong oleh sektor perdagangan, konstruksi, jasa, serta meningkatnya aktivitas investasi seiring pembangunan IKN. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kota Samarinda pada 2025 tumbuh sebesar 6,22 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan Provinsi Kalimantan Timur maupun nasional.
Mengusung konsep "Harmony of Nature and Luxury Living", Grand City Samarinda dirancang sebagai kawasan terpadu yang mengombinasikan hunian modern dengan kelestarian lingkungan. Dibangun di atas lahan seluas lebih dari 70 hektare, kawasan ini menghadirkan tiga danau alami yang berfungsi sebagai area resapan air sekaligus ruang rekreasi bagi penghuni.
Grand City Samarinda dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang mengintegrasikan fungsi hunian, komersial, rekreasi, dan investasi dalam satu ekosistem.
Sebagai tahap awal pengembangan, Sinar Mas Land memperkenalkan Klaster Seine yang menawarkan hunian dua lantai dengan luas tanah mulai 72 meter persegi hingga 180 meter persegi dan luas bangunan 51 meter persegi hingga 138 meter persegi. Pilihan hunian tersedia mulai dari dua kamar tidur hingga empat kamar tidur utama ditambah satu kamar asisten rumah tangga.
Klaster tersebut mengusung konsep arsitektur classic modern yang menghadirkan desain elegan dan tak lekang oleh waktu. Karakter bangunan diperkuat dengan bukaan jendela berukuran besar pada bagian fasad maupun interior untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara sehingga menciptakan ruang yang lebih luas dan nyaman.
CEO East Indonesia Sinar Mas Land, Franky Najoan, mengatakan Samarinda memiliki prospek pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Meningkatnya mobilitas penduduk, kebutuhan hunian bagi kalangan profesional dan keluarga muda, serta masih terbatasnya kawasan hunian terpadu berskala besar menjadi peluang bagi perusahaan untuk berinvestasi di kota tersebut.
"Melalui Grand City Samarinda, kami ingin menghadirkan kawasan hunian terpadu di pusat ekonomi Kalimantan Timur yang tidak hanya nyaman untuk dihuni, tetapi juga memiliki nilai investasi jangka panjang. Pada tahap pertama, Klaster Seine akan dibangun lebih dari 300 unit dengan harga mulai Rp900 jutaan hingga Rp3 miliar. Pengalaman Sinar Mas Land mengembangkan berbagai township di Indonesia menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan standar hidup yang lebih baik sekaligus mendukung pertumbuhan Samarinda sebagai pusat perkembangan baru kawasan," ujar Franky.
Nama Klaster Seine diambil dari inspirasi kawasan Sungai Seine di Prancis yang identik dengan keindahan alam dan kualitas hidup yang tinggi. Kawasan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas, di antaranya central lake dengan jogging track, gazebo, mini amphitheater, clubhouse, kolam renang, pusat kebugaran, lapangan tenis, serta sistem keamanan selama 24 jam.
Head of Sales and Promotion Kalimantan & Sulawesi Sinar Mas Land, Budi Widiyanto, menjelaskan Grand City Samarinda memiliki aksesibilitas yang sangat strategis karena berada di koridor penghubung dua jalan arteri utama, yakni Jalan Bung Tomo dan Jalan KH Harun Nafsi. Kawasan tersebut juga didukung boulevard utama selebar 23 meter dengan enam lajur yang dirancang untuk mendukung mobilitas penghuni sekaligus aktivitas ekonomi kawasan.
"Lokasinya juga berada dekat dengan berbagai fasilitas publik, seperti akses jalan tol, pusat perbelanjaan Bigmall, RS Mulya Medika, serta Politeknik Negeri Samarinda," terangnya dalam acara Gathering Media di Marketing Gallery Grand City Balikpapan, Kamis (23/7/2026).
Sebelumnya, Sinar Mas Land telah lebih dahulu mengembangkan Grand City Balikpapan sejak 2014 di atas lahan seluas 256 hektare. Hingga kini, kawasan tersebut telah memiliki lebih dari 25 klaster dengan total lebih dari 6.000 unit hunian yang dilengkapi area komersial, danau buatan, clubhouse, fasilitas pendidikan, pusat perbelanjaan, ruang terbuka hijau, hingga pusat kuliner Grand City Food Center.
Tingginya tingkat serapan produk properti di Grand City Balikpapan menjadi salah satu indikator positif penerimaan pasar di Kalimantan Timur. Melalui peluncuran Grand City Samarinda, Sinar Mas Land semakin memperkuat komitmennya dalam mengembangkan ekosistem township terintegrasi di wilayah penyangga IKN sekaligus mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Timur. (*)
Tulis Komentar