Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, industri sistem pembayaran, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan melalui penyelenggaraan Festival Nontunai Nusantara Running (FENTURUN) 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Nontunai Nusantara (FENTURA) Series 2026 yang bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Sebagai agenda tahunan sejak 2024, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi menjelaskan, bahwa FENTURUN tidak lagi sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi untuk mempromosikan potensi daerah. "Mengusung tema keberlanjutan dengan tagline "Step for the Run, Step for the Future", FENTURUN 2026 mengintegrasikan gaya hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, penguatan UMKM, peningkatan literasi masyarakat, hingga perluasan penggunaan pembayaran digital dalam satu ekosistem yang melibatkan berbagai elemen masyarakat," terang Robi dalam bincang media di kantor perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Rabu (22/7/2026).
FENTURUN 2026 akan digelar pada 26 Juli 2026 di Pantai Kilang Mandiri Balikpapan dengan melibatkan sekitar 3.500 peserta yang akan mengikuti kategori lari 5K, 10K, dan Half Marathon (21K).
Selain perlombaan lari, kegiatan ini juga diramaikan oleh 16 UMKM kuliner unggulan, pengalaman transaksi menggunakan QRIS, serta berbagai layanan publik. Di antaranya layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan, pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pendaftaran perlindungan sosial digital dari Dinas Sosial, layanan pembayaran pajak dan retribusi daerah, hingga pertunjukan seni dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata sebagai bagian dari Pesona Balikpapan 2026.
"Seluruh transaksi selama pelaksanaan kegiatan menggunakan QRIS, sehingga masyarakat dapat merasakan pengalaman pembayaran digital yang cepat, mudah, dan terintegrasi," tambah Robi.
Pada penyelenggaraan tahun ini, FENTURUN juga menghadirkan sejumlah inovasi yang mendukung kampanye keberlanjutan. Salah satunya adalah medali finisher berbahan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) sebagai implementasi konsep ekonomi sirkular. Selain itu, panitia menyediakan reusable bottle dan paper glass di seluruh titik water station untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Di sisi lain, lanjut Robi, penggunaan QRIS di wilayah kerja KPwBI Balikpapan terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hingga Mei 2026, transaksi QRIS mencapai 39,28 juta transaksi, tumbuh 93,72 persen (year on year), dengan nilai transaksi sebesar Rp4,26 triliun atau meningkat 60,01 persen (yoy).
Pencapaian tersebut mencerminkan semakin luasnya adopsi pembayaran digital oleh masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah daerah di Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Menurut KPwBI Balikpapan, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari berbagai program kolaboratif yang dijalankan bersama mitra strategis. Melalui program Sinergi Bersama Mewujudkan Akselerasi QRIS (SEMARAK QRIS) 2026, Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran terus mempercepat perluasan akseptasi QRIS melalui kompetisi akuisisi merchant, peningkatan volume transaksi, serta edukasi dan literasi kepada masyarakat.
Selain itu, KPwBI Balikpapan kembali menggelar QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2026 yang melibatkan generasi muda sebagai agen perubahan dalam mempromosikan lebih dari 118 UMKM kuliner lokal pengguna QRIS. Program ini juga mendorong peningkatan eksposur UMKM melalui Google Review dan media sosial guna memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kunjungan, sekaligus mendorong transaksi digital.
Rangkaian FENTURA Series 2026 juga diisi dengan berbagai program edukasi. Di antaranya Belajar Rupiah dan Pelindungan Konsumen di Lingkungan Kelurahan (BERLIAN) bersama TP PKK Kota Balikpapan, Edukasi Sinergi (ENERGI) yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas, serta Edukasi Keliling (ELING) yang menyasar generasi muda melalui kegiatan interaktif mengenai QRIS, Cinta Bangga Paham Rupiah, dan pelindungan konsumen.
"Melalui berbagai program tersebut, KPwBI Balikpapan juga mendukung sejumlah program prioritas pemerintah, seperti Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial, sehingga transformasi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga memperkuat kualitas layanan publik dan tata kelola pemerintahan," tutup Robi. (*)
Tulis Komentar